JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah memastikan bahwa semua lokasi penyimpanan logistik untuk Pilkada Jakarta 2024, termasuk kotak suara, surat suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, serta alat untuk mencoblos, telah bebas dari potensi banjir dan dalam keadaan aman. Kepala Divisi Perencanaan dan Logistik KPU DKI Jakarta, Nelvia Gustina, menyatakan bahwa pemilihan lokasi penyimpanan dilakukan secara cermat. Ia menegaskan, "Kami memilih tempat-tempat yang telah kami pastikan mitigasinya, sehingga lokasi-lokasi penyimpanan logistik menjelang Tempat Pemungutan Suara (TPS) merupakan lokasi yang aman." Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan pada logistik pilkada yang dapat disebabkan oleh banjir, seperti yang pernah terjadi pada Pemilu 2024. Selain itu, Nelvia menjelaskan bahwa gudang-gudang penyimpanan logistik di tiap kabupaten/kota dilengkapi dengan kamera pengawas (*CCTV*), sesuai dengan standar operasional prosedur (*SOP*) yang telah ditetapkan. Dalam hal pendistribusian, tahap pertama telah dilaksanakan dengan mengirimkan 14.920 kotak suara, 59.328 bilik suara, 88.992 kabel plastik pengikat (*cable ties*), dan 430.721 segel ke KPU kabupaten/kota. "Sedangkan untuk tinta, sesuai jadwal, akan didistribusikan antara tanggal 1-3 Oktober 2024 sebanyak 29.664 satuan. Informasi lebih lanjut mengenai surat suara akan kami umumkan kemudian," tambah Nelvia. Sebelumnya, dalam rapat pleno terbuka yang diadakan oleh KPU DKI Jakarta untuk merekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tingkat provinsi, terungkap bahwa ada sebanyak 8.214.007 jiwa yang terdaftar. Data ini dipecah berdasarkan wilayah di Provinsi Jakarta, yaitu Kepulauan Seribu dengan 20.908 pemilih, Jakarta Pusat sebanyak 813.721, Jakarta Utara 1.345.815, Jakarta Barat 1.909.774, Jakarta Selatan 1.748.961, dan Jakarta Timur 2.374.828. Di sisi lain, KPU DKI Jakarta telah menetapkan tiga pasangan calon (paslon) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Ketiga pasangan calon tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) yang mendapatkan nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari jalur independen dengan nomor urut 2, serta Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) yang berada di nomor urut 3. ANTARA