JAKARTA –
**Borneonews - Doha**, Deklarasi Doha yang dihasilkan pada pertemuan KTT Ketiga Dialog Kerja Sama Asia menegaskan perlunya gencatan senjata yang bersifat segera dan menyeluruh di Gaza. Selain itu, dokumen ini juga menekankan pentingnya memberi akses tanpa hambatan kepada bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di wilayah tersebut. Pertemuan tersebut dibuka oleh para pemimpin negara-negara anggota Dialog Kerja Sama Asia, termasuk Presiden Mahmoud Abbas yang mewakili Negara Palestina. Dalam forum ini, berbagai pemimpin mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas situasi yang semakin memburuk di Gaza. Mereka menyerukan agar dilakukan gencatan senjata secara komprehensif serta agar semua tahanan dari kedua belah pihak segera dibebaskan tanpa syarat berdasarkan kesepakatan yang telah disepakati bersama. Lebih lanjut, dalam deklarasi tersebut, para pemimpin kembali menegaskan dukungan mereka terhadap penuh keanggotaan Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka juga menekankan bahwa pencapaian solusi yang komprehensif, adil, dan berkelanjutan untuk permasalahan Palestina adalah hal yang sangat penting. Deklarasi ini tidak hanya membahas soal gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan. Dokumen ini juga menyoroti pentingnya kerja sama dan dialog sebagai cara untuk membangun perdamaian dan stabilitas di antara negara-negara anggota Dialog Kerja Sama Asia. Hal ini sejalan dengan tujuan yang tercantum dalam Visi 2030 untuk Kerja Sama Asia, yang mengarah pada pertumbuhan yang inklusif dan pembangunan yang berkelanjutan. Di sisi lain, para pemimpin menekankan peran penting olahraga bagi generasi muda. Mereka mendorong diadakannya acara olahraga internasional bagi kaum muda di berbagai cabang. Selain itu, mereka juga menunjukkan bahwa program pertukaran budaya, yang mengaitkan kegiatan olahraga dengan aspek pendidikan, dapat meningkatkan pemahaman dan persahabatan antarbudaya di antara negara-negara anggota. ANTARA