**Borneonews - Manggar, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung**, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur baru-baru ini melaksanakan rapat evaluasi terkait pelaksanaan program *smart city* dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Rapat ini dilaksanakan untuk mengkaji pelaksanaan beberapa program yang tergabung dalam inisiatif *smart city*, yang kini sedang dalam proses evaluasi tahap kedua.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Caesar Friadi Melawiandri, menyatakan bahwa koordinasi ini penting untuk membahas kuesioner yang berkaitan dengan survei dampak dari program-program yang telah diterapkan. Dalam evaluasi ini, setiap dimensi dari *smart city* diwakili oleh masing-masing perangkat daerah, sehingga hasilnya bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai efektivitas dari program-program tersebut.
Caesar menegaskan bahwa dukungan dari setiap perangkat daerah sangatlah penting dalam pelaksanaan survei untuk menilai dampak yang sudah dihasilkan oleh program-program ini. Dia berharap, hasil survei nanti dapat memberikan gambaran terperinci mengenai dampak positif dari implementasi *smart city* dalam kehidupan masyarakat.
Rapat evaluasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam penilaian tahap kedua yang akan dilakukan pada awal November 2024. Sebagaimana direncanakan, evaluasi tersebut akan berlangsung melalui mekanisme daring dan akan menghasilkan penilaian serta skor yang jelas.
Program-program yang tengah dievaluasi terdiri dari enam dimensi utama, mencakup *Smart Governance* dengan beberapa inisiatif seperti Lawang Beltim, Mentudong Beltim, SIMPOR, Selina, SICANTIK, dan Akselerasi Desa Digital. Selain itu, dimensi *Smart Economy*, yang meliputi Pundok UMKM dan Yuk Ke Ume, serta *Smart Branding* dengan program-program seperti Geopark Belitong, Inspiring Beltim, dan JPJR. Dimensi lain yang dimonitor adalah *Smart Living* yang mencakup Yuk Gi Nyelik Pasien, Go Bright, Sigesit PIS-PK; *Smart Society* melalui inisiatif Sekolah Alam Desa Tambang dan Yuk Sekula; serta *Smart Environment* dengan program Kelekak, Sistem Pengelola Lingkungan Hidup (SPLH), dan Sistem Pengelola Retribusi Sampah.
Dengan berbagai kegiatan ini, diharapkan pengembangan dan penilaian terhadap program *smart city* dapat berjalan dengan baik demi kemajuan Belitung Timur.
ANTARA
Evaluasi Program Smart City Belitung Timur untuk Meningkatkan Dampak Masyarakat
Bagikan:

BANGKA BELITUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Komentar (0)
Memuat komentar…







