**Borneonews - Jakarta**, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Dalam situasi ini, setiap pihak perlu berperan aktif dan tidak bisa hanya fokus pada penanganan kasus yang sudah terjadi.
Anggota KPAI, Dian Sasmita, menyatakan bahwa upaya pencegahan dan pengurangan risiko terhadap anak perlu mendapatkan perhatian lebih. Menurutnya, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun tingkat pemerintahan desa, serta sektor swasta dan akademisi, memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama meminimalisasi kemungkinan terjadinya kekerasan seksual kepada anak-anak. Edukasi kepada masyarakat tentang ancaman tersebut juga sangat krusial.
Masyarakat memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam mendidik diri dan lingkungan sekitarnya mengenai perlindungan anak dari kekerasan seksual. Jika kita menyadari ada anak yang berada dalam situasi rentan, sudah sepatutnya kita tidak hanya diam, tetapi perlu mengambil tindakan, imbuhnya.
Dian menyoroti bahwa meskipun tidak mungkin untuk sepenuhnya melindungi anak dari semua bentuk kekerasan seksual, dengan berbagai upaya, tindakan tersebut dapat diminimalisasi. Dia juga mengingatkan bahwa Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2022 yang mengatur tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Anak. Oleh karena itu, optimalisasi pelaksanaan strategi-program ini menjadi hal yang sangat penting.
Belakangan ini, sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak telah terungkap ke publik. Di Pekalongan, Jawa Tengah, puluhan siswi dari sebuah SMA dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual verbal oleh seorang guru bimbingan konseling.
Sementara itu, di Tangerang Selatan, Banten, seorang guru mengaji ditangkap oleh pihak kepolisian karena diduga telah melakukan kekerasan seksual terhadap delapan orang muridnya. Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, di mana dua pengajar ngaji ditangkap setelah terlibat dalam tindakan kekerasan seksual terhadap empat santriwati.
Di Gorontalo, seorang guru kembali ditangkap karena terlibat dalam kekerasan seksual terhadap muridnya, tindakan ini terungkap setelah beredarnya video yang menunjukkan aksi pelecehan tersebut. Penyebaran informasi ini menunjukkan betapa mendesaknya masalah kekerasan seksual terhadap anak dan pentingnya kolaborasi dari semua pihak untuk mencegahnya.
ANTARA
Peran Semua Pihak Penting dalam Cegah Kekerasan Seksual Anak
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







