SURABAYA –
**Borneonews - Sampang,** Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melaksanakan wisuda bagi 44 kader posyandu yang telah menunjukkan kompetensi dalam keterampilan dasar di bidang kesehatan. Acara ini berlangsung pada hari Kamis di Pendopo Trunojoyo. Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Sampang, Rudi Arifianto, memberikan penghargaan tinggi kepada para kader yang telah bekerja keras dan berkomitmen dalam pengabdian mereka. Ia berharap semangat yang ditunjukkan oleh para kader dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Wisuda ini merupakan pengakuan terhadap para kader yang telah menguasai 25 keterampilan dasar dalam program kesehatan. Keterampilan tersebut terbagi dalam lima bidang program, yakni pengelolaan posyandu, perawatan bayi dan balita, ibu hamil serta menyusui, usia sekolah dan remaja, serta keterampilan untuk usia dewasa dan lanjut usia. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Abdullah Najich, menjelaskan bahwa kader posyandu diharapkan mampu menerapkan semua keterampilan di berbagai bidang. Di dalam pengelolaan posyandu, misalnya, para kader diharuskan untuk dapat menjelaskan paket layanan posyandu yang mencakup seluruh siklus hidup, melakukan pencatatan dan pelaporan, serta berkunjung ke rumah dengan komunikasi yang efektif. Di bidang bayi dan balita, kader dituntut untuk menjelaskan penggunaan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) serta melakukan penyuluhan mengenai pentingnya *ASI* eksklusif dan *MPASI* (Makanan Pendamping ASI) yang sesuai dengan usia. Selain itu, mereka juga harus mampu melakukan pengukuran dan penimbangan, serta menjelaskan hasil pengukuran berat dan tinggi badan kepada orang tua anak. Kemampuan menjelaskan tentang kesehatan ibu hamil dan menyusui juga merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh kader. Ini mencakup kewajiban untuk mengedukasi mengenai penggunaan Buku KIA bagian untuk ibu hamil, melaksanakan penyuluhan, dan memantau kesehatan ibu hamil dan nifas. Di bidang usia sekolah dan remaja, kader posyandu harus mampu mengedukasi tentang pola makan yang baik dan aktivitas fisik serta menjelaskan program pencegahan anemia. Pada bidang usia dewasa dan lansia, mereka diharapkan melakukan penyuluhan tentang kesehatan, serta dapat melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit yang umum terjadi. Najich menekankan bahwa 25 keterampilan dasar dalam lima bidang tersebut menjadi acuan untuk menilai kompetensi seorang kader posyandu. Kader yang diwisuda kali ini telah memenuhi kriteria tersebut. Dari data yang diperoleh Dinkes-KB Kabupaten Sampang, terdapat 4.206 kader posyandu yang aktif di seluruh daerah, yang tersebar di 180 desa/kelurahan dalam 14 kecamatan. Dari total tersebut, sebanyak 3.423 kader telah menjalani pelatihan dan hanya 44 orang yang dinyatakan kompeten. Acara wisuda ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, kepala puskesmas, serta pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sampang. ANTARA