BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kobar, Bambang Purwanto kagum dengan hasil perkebunan yang diolah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas II B Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar). Lahan yang digunakan tergolong sempit, tetapi mampu dimanfaatkan oleh warga binaan untuk bercocok tanam dengan baik.

Di sela menyerahkan remisi tepat pada perayaan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, di Lapas Pangkalan Bun, Bupati menyempatkan melihat-lihat hasil perkebunan mini di Lapas. Lahan yang awalnya gersang dan sempit kini disulap menjadi perkebunan yang cukup bagus.

Sayuran mulai dari kangkung, bayam, jagung hingga pohon pisang ditata sedemikian rupa untuk membuat kebun mini yang bermanfaat. Kebun yang dikelola warga binaan itu, memberikan hasil yang juga dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sayuran di Lapas.

Selain kebun juga ada tambak yang dikembangkan di belakang lapas. Tanah berukuran 1,7 meter kali 9 meter dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan budidaya ikan. Memang belum banyak, namun semua baru dimulai dan ke depannya bakal dikembangkan lebih banyak lagi.

"luar biasa ini, ini kebun mini tapi komplit semua ada. Sayuran di lapas bisa dipasok sendiri," kata Bupati Kobar yang kagum melihat penataan kebun.

Bahkan, lanjut Bupati, dulunya sebelum menjadi kebun juga dibiarkan dengan ditumbuhi semak belukar. Namun semenjak Lapas kelas II B Pangkalan Bun dipimpin oleh Arif Gunawan semua mulai baik.

"Saya melihatnya ini luar biasa sekali. Mulai penataan keun yang disetting sedemikian rupamembuat kebun terlihat rapi dan indah. Termasuk pisang yang masak dipohon juga bagus," sebut Bupati.

Kalapas klas II B Pangkalan Bun, Arif Gunawan, mengatakan, untuk perkebunan ini sebenarnya baru. Dulunya lahan yang sempit dan tidak terpakai mau dibuat bangunan juga kecil dan akhirnya dibuat kebun. Ternyata bagus juga hasilnya dan ini murni kreasi dari warga binaan mulai dari bercocok tanam, hingga pemupukan dan panen.

"Hasil perkebunan seperti sayur ya kita pakai mencukupi kebutusan sayur di lapas. Belum kita jual karena warga bisaan disini kan banyak jadi untuk kebutuhan dalam dulu belum bisa dijual," jelasnya.

Mungkin, lanjutnya ke depan jika semua lahan kosong bisa digunakan tentu bisa saja di luar. Termasuk pengembangan tanaman obat berupa jahe kencur dan lainnya juga akan ditanam. Sehingga nantinya lapas kelas II B Pangkalan Bun juga lebih hijau dan tidak terlihat gersang.

"Semoga bisa terus lebih baik. Termasuk napi bisa merenungi nasibnya dan di samping itu kita kembangkan kreativitas. Sehingga kita fasilitasi kreasi apa yang dimiliki napi dan setelah keluar harapan kami napi bisa diterima di tengah masyarakat karena sudah mempunyai keterampilan dan tidak selalu dipandang kejahatan yang telah dilakukan di masa lalu," katanya. (UD/N).