BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu menginformasikan bahwa harga daging ayam mengalami penurunan menjadi Rp25 ribu per kilogram. Hal ini merupakan perubahan dari harga sebelumnya yang mencapai Rp30 ribu per kilogram. Penurunan harga ini dipicu oleh kelimpahan pasokan ayam di wilayah tersebut. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag, Erika Ariesanti, menjelaskan bahwa stabilnya pasokan daging ayam yang masuk dari daerah luar, bersama dengan ketersediaan yang melimpah dari pemasok lokal, menjadi faktor utama di balik penurunan harga ini. Ia menekankan bahwa dengan mencukupi pasokan daging ayam potong di pasar, pihaknya memastikan tidak terjadinya kelangkaan barang. Siti, seorang pedagang ayam di Pasar Panorama, mencatat bahwa harga ayam turun disebabkan oleh jumlah pasokan yang cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Ia menambahkan bahwa saat ini ayam sangat melimpah di pasar, dan permintaan dari pembeli pun mengimbangi jumlah stok yang ada. Untuk membantu masyarakat dalam memantau harga komoditas pangan, Disperindag telah menyediakan situs web https://sigahada.bengkulukota.go.id/. Melalui platform ini, warga Kota Bengkulu dapat mengakses informasi terkini mengenai harga pangan dan mencegah terjadinya inflasi, sehingga upaya *panic buying* dapat dihindari. Erika juga menyebutkan bahwa imbauan kepada masyarakat untuk memperhatikan fluktuasi harga sangat penting. Dengan demikian, mereka dapat lebih siap menghadapi situasi seperti kenaikan harga atau kelangkaan produk tertentu tanpa terjebak dalam perilaku membeli berlebihan. Website informasi harga bahan pokok daerah, atau *sigahada*, memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengikuti perkembangan harga pangan. Data yang ditampilkan dalam situs ini diperoleh dari pemantauan yang dilakukan oleh tim Disperindag di tiga pasar, yakni Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Barukoto. Erika menambahkan bahwa dalam proses penginputan data, mereka juga mengumpulkan informasi dari pedagang yang telah terdaftar di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Data ini tidak hanya digunakan untuk aplikasi lokal, tetapi juga untuk memenuhi laporan yang diminta oleh pemerintah pusat terkait harga pokok di Kota Bengkulu. Jika masyarakat menemukan perbedaan harga antara yang tercantum di situs web dengan yang berlaku di lapangan, Erika menyatakan bahwa perbedaan tersebut biasanya tidak terlalu signifikan. ANTARA