JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam sektor transportasi. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai kemajuan dan keberhasilan sektor tersebut. Dalam sebuah acara seminar dan talkshow berjudul "Harmoni Pembangunan SDM Transportasi: Menuju Talenta Unggul 2025" yang berlangsung melalui *video conference*, Menhub menggarisbawahi bahwa keberhasilan sektor transportasi sangat dipengaruhi oleh SDM yang berkualitas. SDM tersebut harus memiliki kemampuan dalam merancang, memelihara, mengoperasikan, hingga mengeksplorasi berbagai sistem transportasi yang ada. Budi Karya menjelaskan bahwa dalam satu dekade terakhir, sektor transportasi Indonesia telah mengalami pembangunan masif yang semakin memperkuat fondasi ekonomi dan sosial. Pencapaian tersebut mencakup pembangunan infrastruktur fisik serta penerapan *transformasi digital*. Oleh karena itu, SDM di sektor transportasi saat ini dan di masa datang diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kompleksitas infrastruktur terbaru. Lebih lanjut, Menhub menekankan pentingnya para profesional di sektor transportasi untuk terus mengembangkan kemampuan mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti program pendidikan dan pelatihan, sehingga dapat menciptakan sistem transportasi yang bersifat inovatif dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ida Nurlinda, juga menekankan pentingnya menghasilkan lulusan berkualitas dari institusi pendidikan tinggi yang fokus pada bidang transportasi. Menurutnya, lulusan yang berkualitas harus mampu menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi, memiliki karakter yang baik, dan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap capaian pembangunan nasional. Prof. Ida menambahkan bahwa lulusan memainkan peran strategis sebagai agen pembangunan transportasi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dalam pengembangan SDM yang berkelanjutan. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pihak akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi berbagai tantangan di sektor transportasi. ANTARA