**Borneonews - Padang**, Pakar ekonomi sumber daya manusia dari Universitas Andalas, Delfia Tanjung Sari, mengungkapkan bahwa kurangnya kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi salah satu hambatan bagi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat.
Dalam pernyataannya, Delfia menjelaskan bahwa saat ini, pemerintah daerah, institusi pendidikan tinggi, dan pihak swasta terkesan beroperasi secara mandiri dalam upaya mendukung UMKM. Hal ini disampaikan oleh Delfia saat kegiatan *the gade sociopreneurship challenge*, suatu program kolaborasi antara Universitas Andalas dan PT Pegadaian, yang berlangsung di Padang.
Delfia menegaskan bahwa seharusnya ada sinergi antara semua elemen tersebut untuk menyusun strategi pengembangan yang lebih terarah bagi pelaku UMKM. Ia menyoroti bahwa di lapangan, sering kali ditemukan pengusaha yang menerima bimbingan atau pendampingan dari tiga instansi berbeda. Situasi ini menyebabkan ketidakmerataan perlakuan, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan gulung tikar bagi beberapa pelaku usaha.
Lebih lanjut, dosen Fakultas Ekonomi Bisnis tersebut mengidentifikasi kurangnya regenerasi wirausaha muda sebagai masalah yang perlu diperhatikan. Ia menyebutkan bahwa pendidikan kewirausahaan di kalangan generasi muda masih sangat minim jika dibandingkan dengan materi pelajaran lainnya.
Delfia juga mencatat bahwa masyarakat Minangkabau memiliki reputasi yang kuat dalam semangat dan jiwa kewirausahaan, yang seharusnya dapat ditingkatkan.
Di sisi lain, Pimpinan Wilayah Kanwil II Pekanbaru PT Pegadaian, Dede Kurniawan, menyampaikan bahwa Kementerian BUMN melalui Pegadaian telah meluncurkan program *the gade sociopreneurship challenge* yang bertujuan untuk mendorong lahirnya wirausaha muda. Program ini ditujukan kepada mahasiswa di seluruh Indonesia, termasuk di Universitas Andalas, untuk membuat proposal usaha yang bisa dikembangkan.
Menurut Dede, proposal yang dianggap paling menarik akan mendapatkan dukungan khusus dalam bentuk pendampingan. Ia juga menambahkan bahwa bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha namun terkendala masalah keuangan, PT Pegadaian menyediakan bantuan melalui skema kredit usaha rakyat syariah dengan bunga yang ringan, yaitu sekitar empat persen selama satu tahun.
ANTARA
Kendala Pengembangan UMKM di Sumbar, Perlunya Kolaborasi Semua Pihak
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







