PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengajak Universitas PGRI Pontianak serta lembaga pendidikan lainnya untuk lebih serius dalam membangun jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa. Hal ini diungkapkan oleh Penjabat Gubernur Kalbar Harisson dalam sambutannya pada acara wisuda Universitas PGRI Pontianak yang berlangsung di Qubu Resort, Kubu Raya. Gubernur Harisson menekankan bahwa pendidikan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada teori akademis, namun juga harus mampu melatih kemampuan kewirausahaan. Ia percaya bahwa pengembangan keterampilan kewirausahaan sangat penting bagi generasi muda yang akan memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Menurutnya, kesuksesan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan teori semata, tetapi juga oleh kemampuan untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang ada di lingkungan nyata. Pada acara tersebut, sebanyak 453 mahasiswa secara resmi dinyatakan lulus. Harisson menandaskan bahwa para lulusan tidak hanya diharapkan dapat menguasai teori, melainkan juga memiliki kecakapan dalam melihat dan memanfaatkan peluang yang ada. Ia berharap Universitas PGRI Pontianak serta institusi pendidikan lainnya dapat lebih aktif dalam mendorong perkembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Lebih lanjut, Gubernur memberikan apresiasi terhadap pencapaian Universitas PGRI Pontianak yang telah berhasil mencetak sumber daya manusia berkualitas di sektor pendidikan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan masa depan akan memaksa lulusan untuk tidak sekadar bergantung pada pekerjaan formal, melainkan juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri mereka sendiri. "Dukungan saya kepada pimpinan Universitas PGRI Pontianak, termasuk para ketua program studi, dekan, dosen, serta seluruh civitas akademika yang telah berperan dalam menghasilkan lulusan berkualitas. Namun, harapan saya adalah lulusan ke depan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi pencipta peluang," ujarnya. Gubernur juga mendorong para wisudawan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan di luar batasan akademik. Ia mengingatkan bahwa di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi sangatlah vital. "Kalian telah menghadapi berbagai tantangan selama masa kuliah. Namun, perjalanan tidak berhenti di sini. Teruslah belajar, kembangkan jiwa kewirausahaan, dan ciptakan peluang di sekitar kalian. Jangan hanya menunggu kesempatan, tetapi jadilah pencipta kesempatan itu," tambah Harisson. Harisson berharap lulusan Universitas PGRI Pontianak dapat menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan Kalimantan Barat, baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi. Ia yakin bahwa dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh, lulusan tersebut memiliki potensi untuk berperan aktif dalam pengembangan daerah. Acara wisuda dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas PGRI Pontianak, para dekannya, serta keluarga wisudawan yang berbagi kebanggaan atas pencapaian putra-putri mereka. Wisuda tahun ini diharapkan menjadi momen penting untuk menumbuhkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat kewirausahaan dan inovasi. Dengan harapan dari Gubernur Kalbar, Universitas PGRI Pontianak dan lembaga pendidikan lainnya diharapkan dapat terus berusaha dalam mengembangkan pendidikan yang menyeluruh, sehingga tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan untuk menciptakan peluang di dunia usaha. ANTARA