JAKARTA –
**Borneonews - Semarang**, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) baru-baru ini membagikan berbagai tips mengenai cara mengoptimalkan kemampuan jelajah dari mobil listrik. Salah satu langkah penting yang disarankan adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan baterai kendaraan. Fransiscus Soerjopranoto, yang menjabat sebagai *Chief Operating Officer* di HMID, mengungkapkan bahwa daya jelajah yang baik sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah konsistensi akselerasi yang dilakukan oleh pengemudi saat berkendara dengan kecepatan maksimal 90 km per jam. Ia menekankan pentingnya menghindari akselerasi mendadak serta pengereman yang tiba-tiba, karena kedua hal tersebut dapat menyebabkan pemborosan pada energi baterai. Pengemudi juga disarankan untuk memanfaatkan fitur *regenerative braking* yang ada pada kendaraan. Fitur ini berfungsi untuk memberikan daya tambahan yang bisa disimpan ke dalam baterai mobil listrik. Frans mengingatkan bahwa memperhatikan arus lalu lintas sangatlah penting, sebab hal ini memungkinkan pengemudi untuk menjaga kecepatan yang stabil serta mengurangi frekuensi penggunaan rem yang mendadak. "Biarkan mobil mengurangi kecepatannya secara alami. Dengan memperhatikan arus lalu lintas, kita secara tidak langsung dapat memaksimalkan jarak tempuh kendaraan," ujar Frans. Dia juga mendorong pengguna mobil listrik untuk memilih mode *Eco* daripada mode Normal, Sport, atau Snow. Selanjutnya, selama berkendara, disarankan untuk tidak menggunakan daya baterai kendaraan untuk mengisi daya peralatan elektronik jika tidak benar-benar diperlukan. Ini bertujuan untuk menjaga daya baterai tetap penuh. Selain itu, Frans juga merekomendasikan agar semua jendela mobil ditutup rapat selama perjalanan untuk meminimalkan hambatan terhadap kecepatan kendaraan. Penyejuk udara atau AC sebaiknya diatur pada suhu 17 derajat Celsius dengan kecepatan kipas pada level satu, untuk menjaga efisiensi energi. Ketika menggunakan AC, Frans menyarankan untuk memilih *recirculate mode*, alih-alih menarik udara dari luar. Hal ini penting agar tidak membebani kinerja AC, terutama saat berkendara di area perkotaan, di mana udara luar yang lebih panas dan lembap bisa membuat sistem pendingin bekerja lebih keras dan menghabiskan lebih banyak energi. Sebagai contoh, mobil listrik Hyundai all-new KONA Electric varian Signature Long Range mampu menempuh jarak hingga 420 km tanpa perlu melakukan pengisian daya, yang memungkinkan perjalanan dari Jakarta ke Semarang tanpa masalah. Namun, Frans menekankan bahwa jangkauan mobil listrik sangat bergantung pada kebiasaan berkendara, kondisi jalan, serta pemanfaatan fitur-fitur yang tersedia pada kendaraan. ANTARA