JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Cenderawasih, Dr. Renida Jozelina Toroby, menegaskan bahwa untuk mencapai pilkada yang tenang dan damai di Tanah Papua, penting bagi penyelenggara pemilu untuk bersikap independen. Menurut Renida, kemandirian penyelenggara pemilu merupakan faktor kunci yang tidak dapat diabaikan. "Penyelenggara pemilu harus memperhatikan tanggung jawab mereka dengan seksama dan memastikan bahwa mereka tidak berpihak pada partai politik atau peserta pemilu lainnya," ujarnya dalam pernyataan di Jayapura baru-baru ini. Dia juga mengingatkan bahwa penyelenggara pemilu harus terhindar dari segala bentuk pengaruh yang dapat merusak integritas demokrasi. "Mereka tidak boleh terkontaminasi oleh apapun yang berpotensi mencederai prinsip-prinsip demokrasi yang sudah ada," tambahnya. Lebih lanjut, Renida menggarisbawahi pentingnya kepatuhan peserta pemilu terhadap ketentuan yang ditetapkan dalam undang-undang, termasuk Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pemilukada, serta peraturan yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Setiap peserta harus menghargai peraturan yang ada selama proses pemilu untuk meminimalisir dan bahkan menghilangkan kompleksitas masalah yang biasanya muncul," jelasnya. Dia juga menekankan bahwa partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam mendukung kesuksesan pemilu. Masyarakat yang mendukung salah satu calon, menurutnya, harus menjaga etika dan tidak melakukan kampanye hitam terhadap calon lain. "Pendukung calon harus berada dalam koridor demokrasi yang menghargai satu sama lain untuk menciptakan pemilu yang damai," ungkapnya. Renida menambahkan bahwa keberhasilan pemilu sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi pemilih. Oleh karena itu, penyelenggara perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah pergeseran pemilih dari satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke TPS lainnya atau bahkan tidak memilih sama sekali di TPS yang terdekat dengan tempat tinggal mereka. Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang dalam pendistribusian logistik pemilu. Saat pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang lalu, sering kali terjadi antrean panjang yang disebabkan oleh lambatnya proses pencoblosan, padahal waktu pemungutan suara telah berakhir. Hal ini menyebabkan sejumlah pemilih kehilangan kesempatan untuk memberikan suara mereka, yang sangat disayangkan mengingat indikator keberhasilan pemilu salah satunya adalah tingginya partisipasi masyarakat. "Indikator keberhasilan pemilu itu ditandai dengan tingginya partisipasi pemilu,” kata Dr. Renida Jozelina Toroby. ANTARA