**Borneonews - Kano, Nigeria** - Otoritas setempat telah berhasil menemukan 16 jenazah dari total 150 penumpang yang masih dinyatakan hilang pasca terjadinya kecelakaan sebuah kapal di Negara Bagian Niger, bagian tengah utara Nigeria.
Abdullahi Babar Arah, selaku Direktur Jenderal Badan Penanggulangan Bencana Negara Bagian Niger, mengonfirmasi informasi ini kepada Anadolu pada Kamis (3/10). Dia mengungkapkan bahwa di antara korban yang ditemukan, terdiri dari dua perempuan dan 14 laki-laki.
Proses pencarian dan penyelamatan terus dilaksanakan untuk menemukan lebih banyak korban yang mungkin masih selamat. Babar menyebutkan bahwa mereka telah berhasil menemukan 16 jenazah, termasuk dua orang perempuan dan 14 laki-laki.
Dari data yang diperoleh, sebagian besar penumpang kapal tersebut berasal dari negara bagian Kwara. Dalam insiden tragis ini, salah satu korban yang terkonfirmasi adalah imam kepala dari Desa Old Gbajiko. Kecelakaan kapal terekam terjadi karena beberapa faktor, termasuk kelebihan muatan dan navigasi yang dilakukan pada malam hari. Babar juga menggarisbawahi pentingnya melanjutkan operasi penyelamatan untuk mencari korban selanjutnya.
Di sisi lain, Komisaris Negara Bagian Niger untuk urusan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, Ahmed Suleiman, melaporkan bahwa kapal tersebut mengangkut hampir 300 penumpang. Kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak yang melakukan perjalanan dari komunitas Mundi menuju Gbajibo untuk merayakan suatu perayaan.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa malam (1/10) di wilayah Mokwa, menyebabkan sedikitnya 150 orang masih hilang. Dengan terus berlangsungnya upaya penyelamatan, harapan untuk menemukan korban selamat tetap ada.
ANTARA
Kecelakaan Kapal di Niger, 16 Jenazah Ditemukan dan 150 Hilang
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







