JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat terlihat akan bergerak dengan variasi seiring dengan adanya pengaruh dari sentimen global yang ada. Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 12,04 poin yang setara dengan 0,16 persen, menempatkannya pada level 7.531,79. Sementara itu, indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 2,56 poin atau 0,27 persen sehingga berada pada posisi 934,82. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyampaikan dalam analisisnya bahwa IHSG pada hari ini diperkirakan akan kembali menunjukkan pergerakan fluktuatif sebagai respons terhadap kondisi global yang sedang berlangsung. Melemahnya IHSG dan nilai tukar rupiah sebagian besar dipicu oleh situasi di Timur Tengah yang masih menunjukkan tingkat ketegangan tinggi, sehingga menambah ketidakpastian di pasar. Dalam perkembangan lainnya, bank asal Australia, ANZ, bersama dengan keluarga Gunawan dari Indonesia, sedang mempertimbangkan untuk menjual saham pengendali mereka di Bank Pan Indonesia Tbk PT (Panin Bank) yang terdaftar di BEI. Berdasarkan data yang diperoleh dari LSEG, ANZ menguasai sebesar 39,22 persen saham di bank tersebut, dengan total nilai saham diperkirakan mencapai sekitar 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) berlandaskan harga penutupan saham PNBN pada Rabu, 2 Oktober, yang tercatat di harga Rp1.540 per lembar. Berita mengenai kemungkinan penjualan ini diprediksi dapat memberikan sentimen positif lanjutan kepada saham-saham yang terkait dengan grup Panin. Selain itu, secara umum, data klaim pengangguran di AS untuk pekan yang berakhir pada 28 September 2024 menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya, melebihi ekspektasi. Langkah awal untuk pengajuan tunjangan pengangguran naik sebanyak 6.000 menjadi 225.000. Pasar juga menantikan data *non-Farm Payrolls* di AS, di mana konsensus memperkirakan penambahan pekerjaan berada pada angka 142.000. Ini menunjukkan potensi perlambatan dalam sektor pekerjaan tersebut, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di level 4,2 persen. Di sisi lain, bursa saham di AS mengalami penurunan pada hari Kamis. Ketegangan yang kian meningkat di Timur Tengah membuat investor khawatir menjelang laporan gaji bulan September. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 184,93 poin atau 0,44 persen, menutup perdagangan di 42.011,59. Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 0,17 persen dan 0,04 persen, meski saham Nvidia mengalami reli lebih dari 3 persen yang sedikit meredakan tekanan penurunan. Selain itu, harga futures minyak mentah AS naik lebih dari 5 persen, dengan total kenaikan mingguan yang telah mencapai lebih dari 8 persen, sebagai konsekuensi dari meningkatnya kekhawatiran terkait situasi di Timur Tengah. Pada pagi hari ini, bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan positif, seperti indeks Nikkei yang menguat 101,50 poin atau 0,26 persen ke level 38.653,60, serta indeks Hang Seng yang naik 160,41 poin atau 0,73 persen ke level 22.273,92. Indeks Straits Times juga mencatatkan kenaikan, yakni 3,31 poin atau 0,09 persen, sehingga berada pada posisi 3.580,73. Sementara itu, perlu dicatat bahwa indeks Shanghai di China tidak aktif karena tengah memperingati hari libur nasional. ANTARA