JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Citra satelit yang dianalisis menunjukkan bahwa Pangkalan Udara Nevatim di Israel mengalami kerusakan akibat serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran. Menurut laporan terbaru yang disiarkan oleh CNN, setidaknya terdapat tiga bangunan yang terkena imbas serangan tersebut pada awal pekan ini. Dua bangunan yang paling terpengaruh adalah hanggar yang berfungsi untuk menyimpan pesawat besar. Citra satelit tersebut memperlihatkan adanya dua lubang besar pada atap hanggar, serta puing-puing yang berserakan di sekelilingnya. Hal ini menandakan dampak signifikan dari serangan yang ditujukan kepada fasilitas militer tersebut. Selain itu, gambar-gambar yang diperoleh juga mengungkap sekitar dua belas kawah yang terbentuk akibat hantaman rudal di area pangkalan yang terletak di gurun Negev, Israel. Kerusakan tampak tidak hanya pada bangunan, tetapi juga di area *taxiway* yang kini sedang dalam proses perbaikan. Serangan rudal itu terjadi sebagai respons Iran terhadap pembunuhan beberapa tokoh penting. Pada hari Selasa, 1 Oktober, negara ini meluncurkan rentetan rudal balistik ke wilayah Israel. Para pemimpin yang menjadi sorotan dalam insiden tersebut adalah Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, Ismail Haniyeh dari Hamas, dan Abbas Nilforoushan, seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Militer Israel mengklaim bahwa dari sekitar 180 rudal balistik yang ditembakkan, sebagian besar berhasil dicegat. Sementara itu, otoritas militer Iran mencatat bahwa mereka juga menargetkan markas Mossad yang berada di Tel Aviv. Namun, pihak Israel membantah adanya kerusakan pada markas tersebut akibat serangan yang terjadi. Informasi ini menjadi sorotan utama dalam hubungan internasional, menunjukkan ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel, serta dampak dari serangan tersebut terhadap infrastruktur militer di kawasan. ANTARA