AMBON –
**Borneonews - Tual, Maluku**, Pemerintah Kota (Pemkot) Tual, Maluku, meluncurkan program *Pasar Mobile* sebagai strategi untuk menangkal praktik pedagang nakal yang sering merugikan masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih baik bagi warga dalam memperoleh bahan pokok serta sayuran dengan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah. Penjabat Wali Kota Tual, Affandy Hasanusi, menyatakan bahwa pasar mobile tersebut akan dilakukan secara berkala di masyarakat. Melalui program ini, produk-produk kebutuhan dasar akan dijual dengan harga yang telah ditetapkan, sehingga diharapkan dapat mencegah kenaikan harga yang tidak wajar oleh pedagang. "Tujuan kami adalah agar para pedagang tidak berusaha mengambil keuntungan dengan menaikkan harga barang tanpa alasan yang jelas," ungkapnya saat konferensi pers di Ambon. Pasar mobile ini direncanakan akan beroperasi setiap hari di beberapa pos yang telah ditentukan, termasuk di Pasar Tual. Penggunaan sistem pembayaran digital diharapkan dapat menawarkan harga yang lebih bersaing dan transparan. "Apabila tidak ada langkah ini, pedagang berpotensi menaikkan harga sesuka hati," tambahnya. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil telah menunjukkan hasil yang positif dalam pengendalian harga bahan pokok di pasar lokal. Pemantauan secara berkala oleh pemerintah daerah dan pihak Bulog juga dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada penyimpangan. "Kami membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan para pedagang, agar mereka dapat memahami bahwa tindakan ini bertujuan untuk kepentingan bersama dan untuk mencegah praktik yang merugikan orang banyak," tegasnya. Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat Tual dapat memperoleh barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang adil dan wajar. "Kami berusaha untuk memantau aktivitas perdagangan secara langsung, sehingga tidak ada penimbunan atau harga yang tidak sesuai," katanya. Kegiatan pasar mobile ini juga diprogramkan untuk dilaksanakan di berbagai lokasi strategis di kota, sehingga memudahkan warga dalam berbelanja tanpa harus pergi ke pasar yang mungkin tidak terawasi. Selain itu, program ini juga mendukung pedagang lokal yang jujur dan memberikan alternatif yang lebih aman bagi konsumen. Respons masyarakat terhadap inisiatif ini sangat positif. Mereka berharap bahwa dengan hadirnya pasar mobile, praktik curang dalam perdagangan dapat diminimalisir. Ide pasar mobile diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi masyarakat. ANTARA