BORNEONEWS, Palangka Raya - Rapat koordinasi Forum DAS Sumatera Utara yang diadakan di kantor BPDAS Asahan Barumun membahas berbagai tantangan dalam pengelolaan daerah aliran sungai atau DAS di wilayah ini.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala BPDAS Asahan Barumun, Taufik, dan Prof Abdul Rauf dari USU yang juga Ketua Forum DAS Wampu.
Salah satu tantangan utama yang dibahas adalah masalah pendanaan. "Pengelolaan DAS membutuhkan dana yang cukup besar, dan kita perlu mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan anggaran," kata Taufik dalam rilisnya pada Jumat, 4 Oktober 2024.
Sementara itu, Prof Abdul Rauf mengatakan bahwa selain keterbatasan anggaran, koordinasi antar lembaga juga menjadi isu penting yang dibahas dalam pertemuan ini.
"Kita perlu meningkatkan koordinasi antar lembaga untuk memastikan pengelolaan DAS berjalan efektif," tambah Prof Abdul Rauf.
--page
Para peserta rapat juga membahas pentingnya melibatkan masyarakat dalam pengelolaan DAS. Seperti disampaikan Ketua Forum DAS Belawan, Prof Rahmawaty.
"Masyarakat perlu diberdayakan dan dilibatkan dalam upaya menjaga dan mengelola DAS," kata Prof Rahmawaty.
Isu lain yang dibahas adalah masalah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
"Kita perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi kerusakan lingkungan dan menjaga kelestarian DAS," ujarnya.
Para ketua forum DAS di Sumut sepakat untuk terus bekerja sama dan mencari solusi untuk mengatasi berbagai tantangan ini.
"Kita perlu bersatu dan bekerja sama untuk menjaga dan mengelola DAS dengan baik," kata Taufik lagi mengakhiri.
Rapat ini diakhiri dengan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kerjasama antar forum DAS di Sumut. (TESTI PRISCILLA/Y)









