BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran benar-benar menghormati para veteran pejuang kemerdekaan di Kalteng. Mereka diundang ke Istana Isen Mulang (IIM) pada Rabu (17/8/2016) malam untuk menghadiri jamuan makan malam dalam rangka syukuran peringatan HUT ke-71 RI.

Pulangnya, secara bergantian Sugianto didampingi Wakil Gubernur memberikan tali asih satu persatu kepada mereka. Hal ini karena Sugianto ingin menghargai jasa para pejuang yang mengikhlaskan jiwa dan raga demi menjaga kedaulatan Indonesia.

Sontak, ini memberikan kesan tersendiri. Karena beberapa di antara veteran mengaku kecewa gara-gara merasa tidak dihargai pada saat berakhirnya upacara peringatan Hari Proklamasi di lapangan Sanaman Mantikei.

Tudingan lainnya pun sempat dialamatkan kepada pemprov antara lain bidang pendidikan tidak dihargai. Padahal gubernur memberikan hadiah tidak sedikit bagi mahasiswa Kalteng yang berprestasi karena lulus memuaskan di pendidikan Kedokteran Universitas Palangka Raya dan lulus dalam ujian nasional calon dokter. Gubernur juga memberikan jatah beasiswa bagi ribuan mahasiswa S1.

“Gubernur kan harus menepati janji yang diprogramkannya. Antara lain ribuan S1 yang lahir dan dibiayai pemerintah, dan itu dananya ada. Ini wajib dilakukan, supaya SDM lebih mumpuni ke depan, tidak kalah dengan daerah lain. Begitupun S1 ke S2, nanti dibiayai pemerintah. Kita akan pilih yang sudah ada, mereka diikat dengan perjanjian sama dengan dokter tadi, harus kembali ke daerah,” kata Sugianto, Kamis (18/8/2016).

“Pemerintah itu kan wajib membiayai anak-anak yang berprestasi untuk kuliah, terutama tidak mampu. Di Kalteng kan sudah ada Fakultas Kedokteran, nah ini kita tindaklanjuti sarana dan prasarananya. Apalagi angkatan pertama sudah melahirkan 17 dokter. Kita motivasi angkatan selanjutnya dan seterusnya. Kita ingin di bidang kesehatan di Kalteng lebih mantap lagi. Kita nanti rekrut siswa sejak kelas II, lihat nilai IPA-nya,” lanjutnya.

Sebelumnya, perwakilan veteran Kalimantan Tengah Martin Ludjen mengaku kesal dan kecewa karena merasa veteran tidak diperhatikan dan dihargai saat upacara peringatan HUT Ke-71 RI. Ia membandingkan pada tahun lalu. Sementara saat ditanya pengharagaan apa yang dimaksud dan apakah  bedanya dengan tahun lalu, ia tidak menyebut gamblang. (ROZIKIN/m)