**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa pemikiran Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari, sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU), memiliki relevansi yang tinggi dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.
Dalam kesempatan membuka Muktamar Nasional II Pemikiran Hadratussyaikh secara daring yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE), Wapres mengemukakan bahwa ajaran Islam tidak hanya sebatas menekankan kesalehan individu, tetapi juga berfungsi sebagai panduan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Beliau menjelaskan bahwa semangat *jihad* yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy'ari, yang berkaitan dengan mewujudkan cinta kepada Tanah Air atau *hubbul wathan minal iman*, seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Lebih lanjut, KH Hasyim Asy'ari konsisten dalam menekankan pentingnya *jihad* perbaikan yang berkelanjutan.
Wapres menegaskan, semua tindakan yang diambil KH Hasyim Asyari tersebut bertujuan untuk melindungi tujuan agung syariat Islam, dikenal sebagai *maqashidil kubra lis syari'atil Islamiyyah*, yang mencakup menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, serta harta, dan juga tanah air. Menurutnya, dedikasi Hadratussyaikh dalam upaya membangkitkan bangsa Indonesia merupakan bagian dari komitmen menjaga dan memajukan nilai-nilai tersebut.
Dalam sambutannya, Wapres juga menekankan pentingnya terus menyebarluaskan ajaran Islam *wasathiyyah* atau moderat. Ajaran ini didasari oleh tiga pilar utama, yakni persaudaraan di antara sesama Muslim (*ukhuwwah Islamiyyah*), persaudaraan antarbangsa (*ukhuwwah wathaniyyah*), serta persaudaraan kemanusiaan (*ukhuwwah insaniyyah*).
Menurut Wapres, tiga pilar tersebut sangat mendasar untuk menciptakan kerukunan dan perdamaian di tengah masyarakat yang beragam di Indonesia. Ia optimis bahwa dengan berpegang pada ajaran-ajaran tersebut dan menginternalisasi pemikiran KH Hasyim Asy'ari yang menekankan moderasi, kebijaksanaan, dan penolakan terhadap *fanatisme*, Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan zaman dan menjaga persatuan bangsa.
Lebih jauh, Wapres mengajak IKAPETE untuk terus menggali makna dan menegakkan pemikiran KH Hasyim Asy'ari ke dalam praktik nyata demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara. Dalam ajakannya itu, ia menekankan perlunya menjaga komitmen kebangsaan dan memperkuat moderasi beragama melalui dialog yang konstruktif demi saling pengertian dan penguatan persatuan di tengah keberagaman yang ada.
Wapres juga berharap agar sinergi antarpihak dapat ditingkatkan untuk memastikan bahwa kebebasan beragama di Indonesia terjaga dengan baik, sehingga negara ini tetap menjadi rumah bagi semua warga. Ia menutup sambutannya dengan memberikan penghargaan kepada IKAPETE atas kontribusinya dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Beliau berharap agar muktamar ini dapat menjadi landasan untuk mentransformasi warisan pemikiran KH Hasyim Asy'ari menjadi tindakan nyata dalam membebaskan umat Islam dan bangsa Indonesia dari masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan, serta mewujudkan kemaslahatan bagi seluruh umat.
Sebelumnya, K.H. Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, mencatat peran penting K.H. Hasyim Asy'ari dalam menyatukan umat Islam di Indonesia saat banyak aliran baru muncul pada awal abad ke-20. K.H. Hasyim Asy'ari berhasil mempertahankan keutuhan umat dengan memegang teguh ajaran *Ahlussunnah wal Jama'ah* yang bersumber dari mazhab Imam Syafi'i.
Di bawah kepemimpinannya, Nahdlatul Ulama dan organisasi Islam lainnya mampu bersatu dalam wadah Majlis Islam A'la Indonesia pada tahun 1937, yang berfungsi sebagai fondasi untuk menghadapi kolonialisme serta berbagai tantangan ideologi baru.
Masykuri Bakri, Ketua Umum Presidium Nasional IKAPETE, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan wujud semangat para alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dalam mengangkat kembali pemikiran dan gerakan KH Hasyim Asy'ari. Ia menjelaskan bahwa Hadratussyaikh bukan sekedar seorang pemikir, tetapi juga seorang *muharrik*, seorang tokoh yang inklusif, terbuka, dan akomodatif terhadap berbagai pemikiran konstruktif di dalam masyarakat.
ANTARA
Wapres Ajak Masyarakat Rujuk Pemikiran KH Hasyim Asy'ari untuk Perkuat Persatuan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Komentar (0)
Memuat komentar…







