JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Rusia baru-baru ini mengingatkan bahwa risiko terjadinya konflik langsung di antara negara-negara yang memiliki senjata nuklir tidak dapat dianggap sepele. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Moskow pada hari Kamis. Ryabkov menekankan bahwa kondisi yang saat ini terjadi di lingkungan internasional adalah sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya. Ia menggambarkan keadaan politik dan militer dunia yang sangat tidak stabil, di mana setiap kesalahan yang dibuat dapat berujung pada konsekuensi yang sangat serius. Lebih lanjut, Ryabkov menegaskan usaha Rusia untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan. Ia mempertanyakan apakah negara-negara lain yang terlibat dapat memperkirakan dengan bijaksana dampak dari tindakan yang mereka ambil. Menanggapi seruan dari Amerika Serikat yang meminta Rusia untuk terlibat dalam dialog mengenai upaya strategis dalam menjaga stabilitas, Ryabkov mengungkapkan bahwa tujuan dari inisiatif dialog tersebut sebenarnya adalah untuk memperoleh keuntungan militer sepihak. Ia mengkritik Amerika Serikat yang berupaya membatasi kekuatan nuklir Rusia sambil melompati sekutunya di Eropa dari tanggung jawab yang sama. Ryabkov juga menyoroti bahwa dalam menjalin dialog ini, Amerika Serikat berusaha menunjukkan citra sebagai negara nuklir yang bertanggung jawab. Namun, menurutnya, tindakan tersebut sebenarnya merusak tatanan keamanan global, terutama dengan menarik diri dari beberapa perjanjian yang selama ini dianggap penting. Pemerintah Rusia berpendapat bahwa selama Amerika Serikat tetap mempertahankan sikap permusuhan terhadap Rusia, maka melanjutkan dialog mengenai isu-isu nuklir dan keamanan antara kedua negara dianggap tidak relevan dan tidak ada gunanya bagi Moskow. ANTARA