BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Pemerintah Kota Tangerang baru saja dianugerahi penghargaan peringkat pertama oleh Pemerintah Provinsi Banten. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas keberhasilan Pemkot Tangerang dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui berbagai inovasi dan terobosan yang telah dilaksanakan. Dalam pernyataannya, Penjabat Wali Kota Tangerang, Nurdin, mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi yang diterima. Dia menekankan pentingnya penghargaan ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Banten yang ke-24. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Pj Gubernur dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Banten,” kata Nurdin setelah menerima penghargaan di Serang pada hari Jumat. Berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor 265 Tahun 2024, Pemkot Tangerang berhasil meraih skor total sebesar 131. Hal ini mengantarkan mereka menduduki peringkat pertama dalam penilaian kinerja pelaksanaan delapan konvergensi penurunan stunting di Provinsi Banten untuk tahun 2024, yang didasari pada kinerja tahun 2023. Pemkot Tangerang termasuk dalam kategori Inspiratif dan Dukungan Pimpinan Daerah. Delapan aksi konvergensi yang dijalankan meliputi analisis situasi stunting, perencanaan kegiatan, rembug stunting, regulasi tentang stunting, pembinaan pemangku kepentingan, manajemen data, cakupan sasaran, serta publikasi dan evaluasi data. Nurdin juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran dari Pemkot yang telah bekerja keras dan berkolaborasi dalam upaya penurunan stunting. Ia mencatat bahwa, hingga bulan September tahun ini, angka prevalensi stunting di Tangerang berdasarkan *e-PPGBM* sudah mencatatkan angka sebesar 5,6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata provinsi dan nasional. Lebih jauh, Nurdin memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemkot untuk menurunkan angka stunting. Beberapa program tersebut antara lain Gerakan Serentak Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas), Dapur Sehat Anak Stunting PKK (Dashat PKK) yang telah dilaksanakan di 104 kelurahan, program Skrining TBC di Posyandu, serta inisiatif Engkong Asuh Stunting dan Satu Telur Satu Minggu (Satesami). Tentang program Satu Telur Satu Minggu, Nurdin menjelaskan bahwa inisiatif ini sangat efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang termasuk dalam penanganan stunting. Program-program ini menjadi bagian penting dalam upaya bersama untuk meningkatkan kesehatan anak dan mencegah stunting di wilayah Tangerang. ANTARA