MANADO –
**Borneonews - Manado**, Kementerian Agama (Kemenag) secara aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah kota untuk mendukung pelaksanaan imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) di kalangan anak-anak yang tidak bersekolah di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Inisiatif ini bertujuan memastikan perlindungan kesehatan bagi generasi muda. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung baru-baru ini, Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kota Manado, Usran Mantow, mengungkapkan komitmennya untuk terlibat langsung dalam program pendataan serta perpanjangan kegiatan imunisasi HPV. Dia menjelaskan bahwa peran lintas sektor sangatlah penting dalam menangani isu-isu kesehatan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak merupakan kunci untuk memastikan kesehatan generasi yang akan datang, termasuk anak-anak yang tidak terdaftar di sekolah. Ketersediaan data yang akurat serta kerjasama antarinstansi akan mendorong upaya pencegahan kanker serviks secara lebih komprehensif. Kegiatan ini juga merupakan respons terhadap tingginya angka risiko kanker serviks di Kota Manado, terutama di kalangan perempuan. Oleh karena itu, upaya untuk mengimunisasi anak-anak yang tidak bersekolah menjadi sangat krusial. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado berharap bahwa melalui kolaborasi ini, program imunisasi HPV dapat menjangkau semua anak di luar sekolah. Dengan harapan ini, risiko kanker serviks di kemudian hari dapat berkurang, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi. Pertemuan tersebut turut menegaskan komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sama demi kesehatan masyarakat, terutama untuk perempuan dan anak-anak di daerah tersebut. Selain itu, berbagai instansi pemerintah daerah, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, puskesmas, Dinas Pemberdayaan Perempuan, serta organisasi masyarakat Islam juga hadir dalam acara tersebut. Dukungan dari lembaga dunia yang berkecimpung dalam bidang kesehatan, seperti *WHO (CAI)*, juga ikut memperkuat pelaksanaan kegiatan ini. ANTARA