**Borneonews - Jakarta**, Promotor olahraga pertarungan bebas terkemuka, Ultimate Fighting Championship (*UFC*), telah mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak petarung asal Peru, Luis Pajuelo. Keputusan ini diambil setelah Pajuelo terlibat dalam kasus penggunaan zat terlarang, atau yang biasa dikenal dengan doping.
Menurut laporan yang beredar, Pajuelo terbukti menggunakan zat yang dikategorikan sebagai steroid anabolik, yang jelas dilarang dalam kebijakan *UFC*. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh situs MMA *fighting* yang resmi, yang mencatat bahwa Pajuelo melanggar aturan yang ditetapkan untuk semua petarung di ajang tersebut.
Pada tanggal 3 Oktober 2024, Combat Sports Anti-Doping (*CSAD*) mengonfirmasi bahwa Pajuelo telah dikenakan sanksi skorsing selama 24 bulan akibat pelanggaran terhadap kebijakan anti-doping. Penyelidikan yang dilakukan di luar kompetisi pada 5 dan 21 Agustus mengungkapkan hasil positif untuk 19-*norandrosterone* serta hasil analisis melalui Isotop Ratio Mass Spectrometry (*IRMS*).
Analisis tersebut menunjukkan konsistensi dengan keberadaan testosteron eksogen dan metabolitnya. Kedua zat ini merupakan senyawa yang termasuk dalam kategori steroid anabolik yang dilarang bagi para petarung di *UFC*. Pajuelo juga telah mengakui penggunaan deca-durabolin, yang berkontribusi pada hasil tes positifnya, sehingga ia menghadapi konsekuensi pemutusan kontrak dari promotor.
Skorsing yang dijatuhkan kepada Pajuelo mulai berlaku sejak akhir Agustus 2024, dan ia akan diperbolehkan kembali berkompetisi pada 24 Agustus 2026. Petarung berusia 29 tahun ini sebelumnya hanya menjalani satu pertandingan di ajang *UFC*, di mana ia berhasil meraih kontrak melalui seri penantang (*contender series*). Ia mencatatkan kemenangan melalui *submission* menghadapi Fernando Padilla di UFC Vegas 89 pada bulan Maret.
Dengan rekam jejak 8-2 dalam dunia pertarungan profesional, Pajuelo mendapatkan kontraknya dari CEO *UFC*, Dana White, pada Agustus 2023. Kemenangan pertamanya di *UFC* terjadi setelah mengalahkan Robbie Ring melalui *technical knockout* (TKO) di ronde pertama. Kejadian ini menjadi pelajaran penting dalam penggunaan substansi terlarang di dunia olahraga, terutama dalam olahraga bergengsi seperti *UFC*.
ANTARA
UFC Putus Kontrak Luis Pajuelo Karena Kasus Doping Terungkap
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Komentar (0)
Memuat komentar…







