BORNEONEWS, Kasongan - Jamaah calon haji selain dituntut memiliki daya tahan tubuh prima, juga dibutuhkan mental tangguh dan didasari semata-mata karena Allah SWT. Selain itu, JCH juga dituntut menjaga kesatuan dan persatuan antarsesama kelompok. Saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain.

"Saya berpesan agar jamaah calon haji yang akan menuju Tanah Suci Mekah agar selalu menjaga kesehatan dan nama baik daerah," tutur Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Setda Katingan, Jainudin Sapri, di Kasongan, Kamis (18/8/2016), saat melepas sebanyak 21 orang jamaah calon haji asal Kabupaten Katingan yang akan menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci Mekah.

Acara pelepasan itu berlangsung di Masjid Nurul Iman Kasongan, untuk selanjutnya rombongan menuju Asrama Haji Embarkasi Antara Palangka Raya. Jainudin Sapri yang membacakan sambutan Bupati Ahmad Yantenglie mengatakan ke 21 jamaah calon haji daerahnya sudah siap lahir batin untuk memenuhi panggilan haji tersebut.

"Kita berpesan agar diperhatikan segala aturan yang dikatakan oleh pembimbing haji. Sebagai tamu Allah, kita jangan sampai takabur ataupun sombong dengan menganggap remeh segala hal," katanya.

Ibadah haji, imbuh Jainudin Sapri merupakan ibadah suci. Oleh sebab itu semua jamaah calon haji yang akan berangkat harus bersyukur karena sudah diberikan kesempatan dipanggil Allah SWT. Apalagi saat ini daftar tunggunya mencapai 20 tahun lebih.

Ketua panitia penyelenggara fasilitasi haji Kabupaten Katingan Akhmad Rubama melaporkan, jamaah calon haji asal Katingan masuk dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi Palangka Raya bersama Kabupaten Kapuas, Sukamara dan Barito Utara. 

Untuk tahun 2016, jamaah calon haji daerahnya hanya berjumlah 21 orang, terdiri dari 11 laki-laki dan 10 perempuan.

Sementara yang berkesempatan menjadi TPHD Kabupaten Katingan adalah Hakim Lutfi dari Kemenag setempat. 

Selain itu, ada pula yang tergabung sebagai petugas atau tim pembantu ibadah haji yaitu Taufikurahman yang juga dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Katingan.

Sementara itu, jamaah calon haji tertua kali bernama Sadar Atak usia 79 tahun asal Kota Kasongan, dan yang termuda usia 24 tahun atas nama Rinawati asal Desa Hampalit Kecamatan Katingan Hilir. (ABDUL GOFUR/N).