MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Dinas Kesehatan Kota Mataram, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, semakin gencar mengimbau masyarakat untuk menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, atau yang lebih dikenal dengan *Germas*. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit yang berpotensi muncul pada musim pancaroba. Kepala Dinkes Kota Mataram, Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa masyarakat harus waspada terhadap risiko kesehatan yang muncul selama masa transisi cuaca ini. Melalui kampanye *Germas*, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar terlindungi dari berbagai penyakit. "Musim pancaroba harus diwaspadai. Melaksanakan *Germas* adalah salah satu cara untuk meningkatkan imunitas," ujarnya. Emirald menekankan bahwa ada beberapa cara praktis yang dapat dilakukan untuk menerapkan *Germas*. Masyarakat disarankan untuk mengatur waktu istirahat dengan baik, cukup mengonsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi, serta melakukan olahraga secara rutin. Dengan penerapan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat menjaga daya tahan tubuh dan menjauhi infeksi virus yang berbahaya. Ia juga menyebutkan bahwa terdapat berbagai penyakit yang umumnya muncul saat adanya perubahan cuaca, seperti infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebabkan gejala seperti flu, batuk, serta gangguan penciuman dan pengecapan. Gejala lain yang sering muncul termasuk demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot dan sendi, serta sakit kepala yang kadangkala disertai dengan pusing hingga sesak napas. Selain itu, potensi penyakit demam berdarah juga perlu diperhatikan, terutama akibat berkembangnya populasi nyamuk, yang dapat merugikan kesehatan masyarakat. Kurangnya kewaspadaan terkait pencegahan, seperti praktik 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menjadi faktor yang memicu peningkatan kasus demam berdarah. Emirald mengingatkan bahwa musim pancaroba, terutama ketika hujan, menjadi waktu yang ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Untuk mengatasi potensi ancaman kesehatan tersebut, Dinas Kesehatan telah menyiapkan petugas medis di sebelas puskesmas yang ada di Kota Mataram selama 24 jam. Dalam hal layanan gawat darurat, puskesmas bekerja sama dengan tim Pusat Satuan Tugas (PSC) dari RSUD Kota Mataram untuk memastikan keselamatan masyarakat. Tim medis di puskesmas juga rutin memberikan layanan kesehatan melalui program posyandu di 325 lingkungan di seluruh Kota Mataram. Emirald menjelaskan bahwa posyandu di Mataram telah mengalami perluasan fungsi, tidak hanya melayani bayi dan balita, tetapi juga mencakup remaja, individu usia produktif, dan lanjut usia. Dengan keberadaan layanan yang lebih luas di posyandu-puskesmas, masyarakat diharapkan dapat berkunjung untuk mendapatkan penanganan kesehatan saat merasa tidak nyaman. "Obat-obatan di puskesmas juga sudah tersedia dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat," tambahnya. Dengan demikian, inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari musim pancaroba terhadap kesehatan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. ANTARA