JAKARTA –
**Borneonews - Bogor**, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah menghibahkan jembatan layang atau *skybridge* Bojonggede kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Hibah ini bernilai Rp18,6 miliar dan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara berbagai moda transportasi publik di daerah tersebut. Pelaksana Tugas Kepala BPTJ Kemenhub, Suharto, menyampaikan harapannya bahwa pemerintah daerah akan memanfaatkan fasilitas ini untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Penyerahan ini dilakukan di Cibinong, Jawa Barat, dan telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo serta Menteri Keuangan Sri Mulyani. Suharto menekankan bahwa *skybridge* ini berperan penting dalam mendukung integrasi transportasi di wilayah Bogor, yang diharapkan akan memperlancar alur transportasi antar moda. Proses penandatanganan perjanjian hibah dilakukan oleh Sekretaris BPTJ Kemenhub, Dedy Cahyadi, dan Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri. Acara tersebut juga dihadiri oleh Suharto yang menyaksikan secara langsung peralihan pengelolaan fasilitas ini kepada pemkab. Dengan penyerahan hak pengelolaan *skybridge* Bojonggede, tanggung jawab penuh kini berada di pihak Pemkab Bogor. Suharto menegaskan bahwa kerja sama antara BPTJ dan Pemkab Bogor merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas transportasi publik. Fasilitas ini diharapkan dapat memperlancar pergerakan penumpang dari Stasiun KRL ke berbagai moda transportasi lainnya, sehingga diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk menggunakan transportasi publik dan mengurangi kemacetan. Suharto juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pemeliharaan *skybridge* oleh Pemkab Bogor. Ia menekankan, agar fasilitas ini dapat beroperasi secara berkelanjutan, pengelolaan yang baik merupakan kunci utama. "Kami optimis bahwa Pemkab Bogor akan memastikan fasilitas ini tetap memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," tambahnya. *Skybridge* Bojonggede menghubungkan Terminal Tipe C Bojonggede dengan Stasiun KRL Bojonggede dan dirancang untuk mempermudah perpindahan penumpang antar moda transportasi darat dan kereta. Dengan panjang mencapai 243 meter, jembatan ini menawarkan akses yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki, sekaligus mengurangi kemacetan di sekitar stasiun dan meningkatkan keselamatan pengguna. Sejak diresmikan pada 9 Desember 2023, *skybridge* ini telah melayani lebih dari 13.000 pengguna setiap hari, dan diperkirakan mampu menghemat sekitar Rp3,3 miliar per tahun berkat pengurangan kemacetan. Untuk masa mendatang, terdapat rencana untuk memperpanjang *skybridge* hingga peron yang mengarah ke Jakarta, dengan BPTJ saat ini sedang melakukan penyusunan *detailed engineering design* (DED) serta koordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pembebasan lahan yang diperlukan. Dengan penandatanganan hibah ini, baik BPTJ maupun Pemkab Bogor optimis bahwa *skybridge* Bojonggede akan semakin memperkuat sistem transportasi publik di Kabupaten Bogor. Kedua pihak berharap kolaborasi ini dapat berkembang lebih jauh demi memberikan layanan transportasi yang lebih baik, aman, dan terintegrasi bagi masyarakat Jabodetabek, khususnya bagi warga Bogor. Sebagai penutup, Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada BPTJ atas dukungannya dalam pengembangan transportasi publik di wilayahnya. Ia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan transportasi, dimana *skybridge* Bojonggede akan menjadi elemen kunci dalam mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi dan nyaman bagi masyarakat. Pemkab Bogor juga berencana untuk segera merancang pemanfaatan jangka panjang dari *skybridge* ini, termasuk penambahan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. ANTARA