PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk meningkatkan akses dan fasilitas menuju pasar modern di Pusat Layanan Biz Nasional (PLBN) Entikong. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Gubernur Kalbar, Harisson, saat melakukan kunjungan ke lokasi tersebut. Dalam kunjungannya, Harisson menekankan pentingnya fasilitas transportasi yang memadai guna mendukung kelancaran operasional pasar perbatasan. Dia mencatat bahwa ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, termasuk rencana untuk menjadikan area pasar sebagai tempat istirahat bagi Angkutan Lintas Batas Negara (*ALBN*). Dengan adanya fasilitas yang lebih baik, diharapkan bus-bus yang melintas dapat beristirahat dan berbelanja di pasar ini. Harisson menegaskan bahwa peningkatan akses dan fasilitas ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Dengan berbagai inisiatif yang direncanakan, Pemprov Kalbar optimis bahwa Pasar Modern Perbatasan di PLBN Entikong akan berkembang, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta memberikan dukungan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (*UMKM*) dan masyarakat sekitar. Setelah melakukan evaluasi terhadap keadaan Pasar Modern Perbatasan, Harisson berharap bahwa keberadaan pasar ini dapat memberikan efek positif bagi perekonomian lokal, terutama dalam mendorong pertumbuhan *UMKM* di sekitarnya. “Pembangunan pasar di PLBN ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan titik-titik perekonomian baru,” ujarnya. Menurut Harisson, pasar modern ini merupakan hasil upaya dari pemerintah pusat untuk meningkatkan daya saing dan mengundang masyarakat untuk berbelanja di dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar di Sarawak, Malaysia. Dia juga mencatat bahwa banyak penduduk lebih memilih untuk berbelanja di tempat lain, sehingga penting untuk menjadikan pasar ini lebih menarik bagi pengunjung. Di samping itu, dalam kunjungannya, Harisson menegaskan pentingnya kolaborasi dari pemerintah provinsi, instansi vertikal, dan pemerintah kabupaten untuk mendorong partisipasi pelaku *UMKM* di pasar. “Sewa kios di pasar ini masih gratis untuk sementara waktu. Ini adalah insentif agar pelaku *UMKM* dapat beradaptasi dan mengembangkan usahanya,” tambahnya. Dengan harapan tersebut, Harisson optimis bahwa produk lokal dapat bersaing di pasar dan masyarakat akan lebih memilih untuk berbelanja di sini daripada pergi ke tempat lain. Dengan upaya yang dilakukan, diharapkan pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. ANTARA