BENGKULU –
**Borneonews - Bengkulu**, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu telah merancang empat langkah strategis untuk mencegah terjadinya lonjakan inflasi menjelang akhir tahun. Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana, menyampaikan bahwa TPID tidak bertujuan untuk menekan inflasi serendah mungkin atau menjadikan harga-harga barang terlalu murah. Tujuan utama mereka adalah agar inflasi tetap terkendali sehingga masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tidak wajar. Langkah pertama yang diambil adalah memastikan jumlah pasokan komoditas pokok yang beredar di pasaran cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan ketersediaan bahan pangan tidak mengalami kekurangan yang dapat berujung pada kenaikan harga. Wahyu menambahkan bahwa dalam upaya mengendalikan harga, pemerintah beserta TPID akan bekerja sama untuk memberikan berbagai dukungan yang mendorong peningkatan produksi komoditas. Hal ini menjadi langkah vital mengingat pengendalian inflasi sangat tergantung pada kecukupan pasokan yang berasal dari produksi yang memadai. Ketika pasokan di pasar sudah mencukupi, manajemen stok menjadi tantangan selanjutnya. TPID berencana untuk mengembangkan strategi seperti hilirisasi atau program penyimpanan dan pemrosesan komoditas. Contohnya, cabai tidak hanya dijual dalam bentuk segar tetapi juga diolah agar memberikan nilai tambah kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selanjutnya, langkah kedua yang diambil oleh TPID adalah memastikan pengelolaan hasil produksi komoditas. Hal ini penting untuk menjaga agar cadangan pemerintah dapat digunakan sebagai intervensi di pasar saat harga mengalami kenaikan yang signifikan. Wahyu juga menekankan pentingnya manajemen stok, terutama saat panen, yang sebaiknya dimanfaatkan untuk cadangan beras pemerintah. Langkah ketiga mencakup penyediaan skema pasar murah dan operasi pasar. Ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap potensi kenaikan harga komoditas yang dapat memicu inflasi, terutama dari sektor konsumsi. TPID berkomitmen untuk memantau perkembangan harga dan melakukan intervensi jika diperlukan. Akhirnya, langkah keempat yang diambil TPID adalah menjaga stabilitas psikologis pasar. Hal ini penting agar tidak terjadi kekhawatiran yang dapat menyebabkan perilaku belanja panik dari masyarakat. Wahyu mengingatkan bahwa tanggapan terhadap inflasi tidak hanya berkaitan dengan faktor suplai dan permintaan, tetapi juga terkait dengan ekspektasi masyarakat. Saat ini, pasokan komoditas di pasaran sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat hingga awal tahun mendatang. Wahyu mengingatkan kepada produsen untuk tidak menimbun barang dan kepada konsumen untuk berbelanja dengan bijak, berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Upaya-keupaya ini diharapkan dapat menciptakan kestabilan ekonomi yang lebih baik di Provinsi Bengkulu menjelang akhir tahun dan seterusnya. ANTARA