JAKARTA –
**Borneonews - Beirut** Tentara Israel melancarkan serangan udara pada hari Jumat yang memfokuskan serangannya di daerah Masnaa, Lebanon timur, dengan tujuan memutuskan arus lalu lintas di perbatasan antara Lebanon dan Suriah. Serangan tersebut dilaporkan oleh Kantor Berita Nasional Lebanon. Langkah militer ini dilakukan setelah Tel Aviv menuduh bahwa kelompok Hizbullah berusaha menyelundupkan senjata melalui perbatasan. Menteri Transportasi Lebanon, Ali Hamieh, juga menyatakan kepada Anadolu bahwa serangan tersebut berimbas pada penutupan perbatasan di Masnaa, yang merupakan salah satu titik perlintasan terpenting antara kedua negara. Perlintasan Masnaa yang terletak di wilayah Bekaa ini sering kali dijadikan jalur utama bagi transportasi barang dan orang antara Lebanon dan Suriah. Ketegangan di perbatasan ini semakin meningkat, terutama setelah terjadinya konflik yang berkepanjangan antara Hizbullah dan Israel, yang dipicu oleh perang di Gaza. Konflik tersebut telah mengakibatkan hilangnya nyawa hampir 41.800 orang, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, pasca serangan yang dilancarkan oleh kelompok Palestina Hamas bulan lalu. Berdasarkan data dari pihak berwenang Lebanon, sebanyak 1.947 orang dilaporkan tewas, dengan hampir 9.400 orang lainnya mengalami luka-luka. Lebih dari 1,2 juta orang juga harus mengungsi akibat situasi yang kian mencekam ini. Peringatan dari komunitas internasional pun semakin keras, mengingat bahwa serangan Israel di Lebanon berpotensi memperburuk konflik yang sedang berlangsung di Gaza, dan dapat menyulut terjadinya perang regional yang lebih luas. ANTARA