JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anak perusahaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang beroperasi di Arab Saudi, BPKH Limited, baru saja meluncurkan produk bumbu yang diberi nama Bumbu Kampoeng. Produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan katering yang menyediakan makanan bagi jamaah haji dan umrah. Peluncuran Bumbu Kampoeng berlangsung di acara Expo Amazing Indonesia yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Direktur BPKH Limited, Sidiq Haryono, menyatakan bahwa Bumbu Kampoeng merupakan merek kolaborasi yang menyajikan bumbu-bumbu autentik dari Indonesia. Ia menekankan kepentingan produk ini dalam membantu jamaah haji dan umrah serta warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi merasakan kembali cita rasa masakan kampung halaman mereka. Produk Bumbu Kampoeng memiliki 14 varian bumbu khas Indonesia, termasuk rendang, gulai, semur, opor, kari, mangut, woku, bumbu dasar merah, sambal balado, sambal kacang, bumbu nasi uduk, bumbu nasi kuning, serta bawang goreng. Seluruh variasi bumbu ini diproduksi di Indonesia oleh sejumlah perusahaan yang tersebar di berbagai daerah, dan telah melalui proses kurasi oleh BPKH Limited. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua produk memenuhi kriteria regulasi yang berlaku di Arab Saudi, seperti standar halal dan ketentuan dari *Saudi Food & Drugs Authority* (SFDA). Dalam upaya seleksi produk bumbu ini, BPKH Limited mendapatkan dukungan dan fasilitasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah. Sidiq Haryono juga menambahkan bahwa menjadi suatu kehormatan bagi mereka untuk berperan sebagai agregator serta kolaborator bagi berbagai elemen bangsa, dalam usaha menghadirkan produk asli Indonesia ke Tanah Suci. BPKH Limited yang resmi berdiri pada 16 Maret 2023 dan berlokasi di Mekkah, Arab Saudi, mencatat pencapaian signifikan pada musim haji 2024 dengan mendatangkan 76 ton bumbu Indonesia, yang akan digunakan oleh 78 perusahaan katering di Makkah dan Madinah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji asal Indonesia. Ke depannya, produk Bumbu Kampoeng juga direncanakan untuk dipasarkan di luar musim haji, seperti pada kegiatan umrah, serta untuk restoran-restoran Indonesia yang beroperasi di Arab Saudi. Mengingat proyeksi kebutuhan bumbu selama musim haji dan umrah mencapai lebih dari 300 ton, BPKH Limited berkomitmen untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas bumbu yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau, sembari tetap mempertahankan cita rasa khas Indonesia. Sidiq menutup pernyataannya dengan harapan agar mereka dapat lebih baik dalam melayani jamaah haji dan umrah, serta berkontribusi memberikan nilai manfaat bagi keuangan haji yang sepenuhnya akan digunakan untuk kepentingan jamaah haji Indonesia. ANTARA