JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa menyambungkan Jalan Tol Trans Sumatera menjadi salah satu fokus utama dalam periode lima tahun mendatang. Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Jumat, Basuki menjelaskan, "Kita harus segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur ini, khususnya untuk Tol Trans Sumatra, yang merupakan target utama kami." Pembangunan jalan tol ini menjadi rekomendasi penting dari Kementerian PUPR untuk memastikan keberlanjutan infrastruktur yang ada. "Kami telah memberikan rekomendasi terkait pembangunan berkelanjutan infrastruktur PUPR. Salah satu prioritas kami adalah menyambungkan Tol Trans Sumatra, semoga bisa terwujud sesuai harapan," imbuhnya. Jalan Tol Trans Sumatera dirancang untuk menghubungkan Provinsi Lampung di ujung selatan dan Aceh di bagian utara pulau Sumatera. Dengan total panjang mencapai 2.749 km, tol ini dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu koridor utama sepanjang 1.889 km dan koridor pendukung yang memiliki panjang 860 km. Kementerian PUPR juga telah mempercepat proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yang mengintegrasikan berbagai provinsi, termasuk akses 'sirip' yang memungkinkan konektivitas yang lebih baik di wilayah tersebut. Mengingat Sumatera merupakan pulau terbesar kedua di Indonesia dengan populasi yang melebihi 55 juta jiwa, pengembangan infrastruktur ini memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Sumatera dikenal dengan berbagai potensi sumber daya alamnya yang melimpah, termasuk karet, minyak kelapa sawit, kopi, dan energi fosil seperti minyak bumi serta batu bara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2015, pulau ini menyumbang sekitar 22,21 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia, menjadikannya sebagai kontributor terbesar kedua setelah Pulau Jawa. Memperkuat perekonomian Sumatera sangatlah krusial untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan di kawasan tersebut. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan total 17.508 pulau, memerlukan sistem jaringan jalan yang baik untuk menghubungkan masyarakat dan memperlancar jalur perniagaan. Ini penting agar masyarakat dapat mengakses pekerjaan, layanan, dan pasar, serta untuk menekan biaya logistik demi peningkatan industri di tanah air. Sebagai respons terhadap tantangan ini, pemerintah telah menetapkan prioritas tinggi bagi konektivitas. Melalui Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2014, yang kemudian diamandemen dengan Peraturan Presiden No. 117 Tahun 2015, pemerintah memberikan mandat kepada perusahaan Hutama Karya untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera. ANTARA