JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Analis Utama Politik Keamanan dari Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), Christian Guntur Lebang, mengemukakan bahwa proses pembentukan Angkatan Siber TNI harus dilakukan secara bertahap. Ia menegaskan bahwa tidak seharusnya langkah ini terburu-buru di bawah pemerintahan baru yang akan dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Guntur menjelaskan bahwa pembentukan matra siber di TNI memerlukan kajian mendalam dari berbagai instansi, termasuk Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), DPR, dan MPR. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 5 hingga 7 tahun agar dapat terealisasi dengan baik. "Diperlukan pendekatan yang bertahap, tidak mungkin Indonesia langsung memiliki Angkatan Siber. Saat ini saja, TNI sudah memiliki satuan siber yang bisa dikembangkan lebih lanjut,” tutur Guntur saat berbicara dengan media di Jakarta. Ia menambahkan bahwa Satuan Siber TNI saat ini dipimpin oleh seorang jenderal dengan pangkat bintang satu, dan diharapkan akan meningkat untuk dapat menjadi komando yang berdiri sendiri di masa depan. Berbicara tentang kebutuhan akan matra baru ini, Guntur tidak menyangkal pentingnya penguatan sumber daya yang sudah ada. Ia menyatakan bahwa prioritas saat ini seharusnya berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) yang terdapat di Satuan Siber TNI demi meningkatkan kekuatan pertahanan negara di ranah digital. “Dengan keterbatasan anggaran yang ada saat ini, sekitar 50 persen dari anggaran digunakan untuk gaji personel TNI, sedangkan sisa anggaran dialokasikan untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). Pertanyaannya adalah, apakah masih ada anggaran tambahan untuk membentuk satuan siber atau bahkan angkatan baru?” ungkapnya. Guntur menekankan bahwa tantangan dan batasan anggaran yang ada perlu menjadi perhatian utama dalam pembahasan pembentukan Angkatan Siber. Oleh karena itu, ia mengusulkan bahwa fokus harus diberikan pada penyelesaian isu mendasar terlebih dahulu sebelum melanjutkan kepada tahap berikutnya. “Penting untuk diingat bahwa ada keterbatasan anggaran dan berbagai program prioritas dari pemerintah, seperti penyediaan makan siang gratis dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN),” tambahnya. Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) adalah sebuah lembaga penelitian yang bertujuan untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik empiris kebijakan pemerintah demi perbaikan di masa depan. Lembaga ini berperan dalam mendukung para pemangku kepentingan untuk mendorong proses transformasi Indonesia menuju status negara maju pada tahun 2045. ANTARA