SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) telah melaksanakan tes urine terhadap pegawai di tujuh stasiun yang berada dalam pengawasan Daop 4 Semarang. Inisiatif ini merupakan langkah proaktif untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan BUMN tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung antara 1 hingga 4 Oktober 2024 dan menjadi bagian dari komitmen Kementerian Perhubungan dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Menurut informasi yang disampaikan oleh Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, sekitar 150 pegawai PT KAI terlibat dalam program ini, dengan pemilihan dilakukan secara acak. Pegawai yang mengikuti tes urine mencakup berbagai posisi, mulai dari masinis, asisten masinis, pengatur perjalanan kereta api, tenaga perawatan sarana dan prasarana, hingga penjaga perlintasan. Mereka bertugas di beberapa stasiun, termasuk Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Pekalongan, Stasiun Batang, Stasiun Plabuan, Stasiun Weleri, dan Stasiun Brumbung. Hasil dari tes urine tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai yang diperiksa dinyatakan negatif dan bebas dari narkoba. Franoto menambahkan, tujuan dari pelaksanaan tes urine ini adalah untuk memastikan agar sumber daya manusia di KAI siap menjalankan tugas dengan kondisi yang optimal. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menyediakan pelayanan terbaik dalam perjalanan kereta api, yang mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan. ANTARA