PADANG –
**Borneonews - Padang**, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengemukakan bahwa kopi dan coklat yang berasal dari Ranah Minang memiliki potensi yang signifikan untuk dijadikan sebagai komoditas ekspor unggulan. Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Provinsi Sumbar, Budi Lesmana, mengungkapkan di Padang bahwa kedua komoditas ini dapat menjadi andalan bagi Provinsi Sumatera Barat. Namun, Budi mengingatkan bahwa untuk meningkatkan produksi kedua komoditas tersebut dalam jumlah yang banyak dan dengan kualitas yang baik, diperlukan perhatian dan usaha dari petani serta pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa untuk bisa bersaing dan menembus pasar global, kualitas barang merupakan syarat yang tidak dapat ditawar. "Standar seleksi yang ketat diperlukan untuk dapat memasuki pasar internasional, baik dari aspek kualitas maupun harga," tuturnya. Lebih lanjut, Kepala Bidang Industri Non-agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar, Ridonald, menyatakan bahwa secara umum produk dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk rendang, sudah memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar internasional. Meski demikian, pelaku UMKM perlu mendapatkan dukungan tambahan dari berbagai pemangku kepentingan. Hal ini mencakup peningkatan dalam hal pengemasan, pengurusan izin, serta peningkatan kualitas produk. Salah satu pengusaha rendang dari Kabupaten Solok Selatan, Putri, yang berusia 32 tahun, juga mengungkapkan bahwa ia merasa sangat terbantu oleh program *online business matchmaking* yang difasilitasi oleh DJPb Kemenkeu. Sebagai seorang pengusaha yang baru pertama kali memasarkan produk bumbu rendang ke pasar internasional, ia menyampaikan bahwa pengalaman tersebut sangat positif. "Tadi saya sudah berkomunikasi langsung dengan calon pembeli dari Thailand, dan mereka menunjukkan ketertarikan terhadap bumbu rendang yang saya tawarkan," ujarnya. Menurut Putri, pemasaran produk secara daring dan direct contact dengan calon pembeli dari berbagai negara merupakan metode yang lebih efektif, efisien, dan mudah untuk dipahami. Langkah ini membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk melebarkan sayap di pasar internasional. ANTARA