JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menghargai dan memenuhi hak partisipasi anak yang bersifat inklusif serta bermakna. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Kementerian PPPA, Titi Eko Rahayu. Dalam pernyataannya, Titi menekankan bahwa menghargai suara anak merupakan tanggung jawab orang dewasa, baik sebagai orang tua, staf pemerintah, maupun anggota masyarakat. Dia menegaskan, “Partisipasi anak adalah hak yang melekat pada mereka.” Titi Eko Rahayu menyoroti kekhawatiran terkait sejumlah kasus yang melibatkan anak-anak. Kasus tersebut menunjukkan betapa rentannya anak-anak terhadap aksi kekerasan dan perlakuan salah, baik di dunia nyata maupun di *cyber*. Hal ini menambah ironi, sebab meskipun anak memiliki suara, mereka sering kali tidak terdengar oleh para pengambil keputusan, baik itu di lingkungan rumah, sekolah, maupun dalam struktur pemerintahan. Sejak tahun 2011, pemerintah melalui Kementerian PPPA telah merumuskan kebijakan yang menekankan pentingnya partisipasi anak dalam proses pembangunan. Titi menjelaskan bahwa berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk memenuhi hak dan memberikan perlindungan khusus bagi anak-anak diharuskan untuk melibatkan anak-anak. Salah satu contoh konkret dari kebijakan ini adalah program Kabupaten atau Kota Layak Anak (KLA), di mana partisipasi anak adalah salah satu indikator utama. Pemerintah daerah pun diwajibkan untuk melibatkan anak dalam mencapai berbagai indikator KLA lainnya. Ini termasuk upaya mengurangi kasus perkawinan anak, menanggulangi tingkat kekerasan terhadap anak, baik yang terjadi secara *offline* maupun *online*, serta mencegah kasus stunting. “Pelibatan anak dalam proses ini bisa dilakukan melalui berbagai metode, seperti konsultasi langsung, kolaborasi dengan anak, atau memfasilitasi inisiatif anak-anak agar dapat berperan sebagai pelopor dan pelapor,” tambah Titi Eko Rahayu. Dengan pendekatan yang lebih inklusif ini, diharapkan suara anak dapat lebih didengarkan dan diperhitungkan dalam setiap keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. ANTARA