BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamandau telah melaksanakan Crash Program Campak (CPC) dengan sasaran anak balita usia 9-59 bulan dengan metode injeksi sejak 1 Agustus 2016,
Data Dinkes tercatat ada 6.123 balita di Kabupaten Lamandau yang menjadi sasaran CPC tahun ini. Sementara, hingga Jumat (19/8/2016), tercatat 82 persen balita di antaranya sudah mendapatkan suntik vaksin campak tersebut.
Hal itu seperti diungkapkan Sampun, koordinator imunisasi kabupaten Lamandau, saat dikonfirmasi Borneonews.
Menurutnya, meskipun pelaksanaan CPC tersebut baru akan berakhir pada 28 Agustus mendatang, tapi kurang lebih sepuluh hari lagi akan berakhir pihaknya telah menyasar 82 persen sasaran.
"Hingga saatnya final nanti (28 Agustus 2016) kami juga optimis jika program ini akan mencapai target," terangnya.
Sampun juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anak balita tetapi belum disuntik vaksin campak, agar bisa mendatangi pusat-pusat pelayanan kesehatan terdekat baik itu puskesmas, pustu atau pos pelayanan di desa, karena petugas telah stanby untuk bertugas.
"CPC ini manfaatnya adalah memberikan kekebatal tubuh balita agar tidak terserang penyakit campak," ujarnya.
Selebihnya, Sampun juga mengungkapkan bahwa selain melaksanakan CPC, pihaknya juga melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) campak, dengan sasaran anak kelas 1 SD.
Sementara, Sampun juga menjelaskan bahwa tidak dipungkiri jika adanya fenomena Vaksin Palsu di sejumlah kota di daerah jawa beberapa waktu lalu, cukup menimbulkan keresahan di masyarakat Lamandau meskipun tidak terlalu berdampak signifikan.
Masyarakat khususnya yang berada di pedesaan masih ada yang khawatir jika fenomena teresebut terjadi di Lamandau. Alhasil, petugas di lapangan langsung menjawab sejumlah keresahan yang ada.
"Meskipun tidak bertanya secara langsung, tapi antar masyarakat memang saling bertukar informasi terkait vaksin palsu. Tapi petugas kita langsung memberi penjelasan. Dimana, vaksin yang digunakan khususnya di Lamandau bebas dari vaksin palsu, karena vaksin yang kita berikan adalah vaksin resmi dari pemerintah pusat yang didapat dari distributor resmi," tukasnya. (HENDI NURFALAH/m)


