JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan bahwa negaranya akan mengambil langkah defensif dengan menggunakan *senjata nuklir* jika terdapat upaya dari pihak musuh untuk melanggar kedaulatan negeri tersebut. Pernyataan ini tercatat dalam laporan yang disampaikan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada hari yang sama. Pernyataan tersebut disampaikan Kim saat melakukan inspeksi di pangkalan pelatihan operasi khusus pada awal pekan ini. Ia menegaskan komitmennya bahwa tidak ada ancaman eksternal atau tindakan militer yang dapat mengganggu kekuatan nuklir yang dimiliki oleh Pyongyang. Dalam penjelasannya, Kim menyatakan bahwa negaranya telah berhasil “mengamankan kekuatan absolut” untuk berstatus sebagai negara bersenjata nuklir yang dapat diandalkan, melalui sistem dan perangkat yang ada untuk penggunaan *senjata* tersebut. Lebih jauh, Kim mengingatkan bahwa terjadinya konflik militer dengan negara bersenjata nuklir akan menimbulkan risiko besar, terutama bagi Korea Selatan. Ia berpendapat bahwa jika konflik semacam itu pecah, maka “eksistensi permanen Seoul dan Republik Korea akan menjadi mustahil.” Dalam konteks ini, Kim memperingatkan bahwa mengandalkan keberuntungan dalam menghadapi situasi konfrontatif yang berkaitan dengan nuklir adalah pendekatan yang keliru. Sebelumnya, Kim juga melakukan kritik terhadap Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, menyebutnya sebagai “orang abnormal,” setelah Yoon mengeluarkan pernyataan seputar upaya pencegahan militer terhadap Korea Utara. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Angkatan Bersenjata Korea Selatan, Yoon menyampaikan peringatan bahwa setiap provokasi nuklir dari Korea Utara akan berujung pada akhir dari rezim yang ada, serta bertekad untuk memberikan respon yang “tegas dan luar biasa” berkat kolaborasi aliansi Korea Selatan dan Amerika Serikat. ANTARA