JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menekankan potensi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan teknologi digital di kawasan Asia. Dalam acara Penyerahan Laporan Penilaian Kesiapan *Artificial Intelligence* (AI) di Jakarta, Nezar mengungkapkan keyakinannya bahwa negara ini memiliki peluang besar dalam sektor tersebut. Menurut hasil survei yang disampaikan, Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, mencapai sekitar 366 miliar dolar AS, yang setara dengan Rp5,69 kuadriliun, berdasarkan ekonomi yang berbasis digital. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia diperkirakan mencapai sekitar 1 triliun dolar AS atau Rp15,5 kuadriliun, dengan kontribusi Indonesia mencapai sekitar 40 persen dari total pertumbuhan tersebut. Melihat potensi ini, Nezar menegaskan pentingnya pembentukan regulasi yang mendukung pengembangan digital di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah mengeluarkan beberapa peraturan yang berkaitan dengan teknologi baru, termasuk regulasi mengenai pinjaman dan transaksi online, demi melindungi masyarakat. Selain itu, regulasi yang menyangkut perlindungan data pribadi juga telah diterapkan oleh Kemkominfo. Nezar menekankan bahwa semua regulasi tersebut sejalan dengan kemunculan teknologi kecerdasan buatan dan akan diterapkan di berbagai sektor dalam masyarakat dan dunia bisnis. Ia menambahkan bahwa dalam lima tahun ke depan, Kemkominfo akan terus menyiapkan regulasi baru yang diperlukan. "Kita harus menciptakan regulasi yang tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga meminimalisir risiko yang mungkin muncul dari penerapan teknologi *AI*," ujar Nezar. Dengan demikian, fokus utama adalah untuk memaksimalkan manfaat dari teknologi sambil mengurangi potensi risiko yang dihadapi. Terkait laporan yang disampaikan mengenai kesiapan *AI* di Indonesia, Nezar menjelaskan bahwa laporan tersebut memberikan analisis mendalam mengenai berbagai aspek kesiapan negara ini, serta membuka peluang baru bagi pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam ekonomi digital. Dengan mendapatkan dukungan dari berbagai sektor dan menerapkan kebijakan yang tepat, teknologi *AI* dapat menjadi pendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Nezar berharap laporan ini dapat menjadi sebuah peta jalan dan sekaligus ajakan untuk seluruh sektor untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem *AI* yang etis dan inklusif, sehingga semua elemen masyarakat dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi yang pesat. ANTARA