**Borneonews - Sulawesi Tengah**, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), melalui PT Pertamina EP Cepu, telah menemukan potensi sumber daya gas baru di sumur Tedong (TDG)-001, yang terletak di Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, mengungkapkan temuan ini dalam sebuah kunjungan lapangan yang berlangsung pada hari Jumat. Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Wiko Migantoro dan sejumlah pejabat penting dari Pertamina lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan eksplorasi energi di kawasan Indonesia timur.
Muharram menjelaskan bahwa potensi yang ditemukan di sumur Tedong ini diharapkan dapat memperluas pasokan energi di wilayah tersebut dalam jangka waktu minimal 15 hingga 20 tahun. Ia juga menjelaskan bahwa potensi ini dapat menyamai hasil yang ada di Donggi di masa depan.
"Temuan ini sejalan dengan strategi eksplorasi kami yang semakin agresif, khususnya di area Indonesia timur yang masih mempunyai potensi signifikan. Kami yakin bahwa ini akan memberikan kontribusi besar bagi ketahanan energi, baik secara nasional maupun untuk Sulawesi khususnya," jelasnya.
PHE yang beroperasi sebagai Subholding Upstream Pertamina, terus berupaya untuk menemukan sumber daya minyak dan gas demi mendukung ketahanan energi nasional. Pengeboran di sumur Tedong (TDG)-001 merupakan bagian dari serangkaian pengeboran di daerah frontier, serta merupakan langkah penting dalam pengembangan ekonomi kawasan di Indonesia timur. Sebelumnya, PHE juga telah melakukan pengeboran di sumur East Wolai (EWO)-001, West Wolai (WWO)-001, dan Julang Emas (JLE)-001.
Pengeboran eksplorasi ini bertujuan untuk membuktikan potensi sumber daya migas yang terdapat dalam Formasi Minahaki dan Tomori. Sumur tersebut dibor secara vertikal dengan kedalaman mencapai 2.448 meter measured depth (MD). Hasil uji alir menunjukkan adanya kolom hidrokarbon dengan ketebalan 163 meter, serta *rate* 15 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 185 barel kondensat per hari (BCPD).
Wiko Migantoro menegaskan pentingnya eksplorasi domestik bagi Pertamina, di mana pada tahun 2024, perusahaan mengalokasikan investasi sebesar 390 juta dolar AS. Ia mengharapkan penemuan di Tedong dapat menjadikan Sulawesi sebagai kluster industri gas domestik, mirip dengan yang saat ini ada di Kalimantan Timur.
"Kami merasa bangga dengan capaian Subholding Upstream yang berperan sebagai pelopor dalam pengembangan kluster gas domestik baru di Sulawesi dan terus berkomitmen untuk meningkatkan ketersediaan pasokan energi bersih di seluruh daerah di Indonesia, ungkap Wiko.
Selain itu, Pertamina juga telah berhasil mendapatkan tiga blok eksplorasi baru pada tahun 2023, dengan rencana penambahan blok lainnya. Di Sulawesi, Pertamina mengelola produksi gas dengan total sebesar 664 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), melakukan Penentuan Status Eksplorasi (PSE) pada struktur Mora-Wolai, dan sekarang, penemuan di Tedong yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut.
ANTARA
Pertamina Temukan Potensi Gas Baru di Sulawesi Tengah, Ciptakan Kluster Energi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPPPAPPKB Kotim Dorong Kampung KB Lebih Mandiri, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci
Upaya Kendalikan Cuaca Kalteng, 7 Sortie OMC Tabur 4,5 Ton Dry Ice dan 2 Ton NaCl
Iran Sebut Kawasan Timur Tengah akan Berubah Total Pascaperang
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
Komentar (0)
Memuat komentar…







