BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu melaporkan bahwa hingga saat ini, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah tersebut telah mencapai angka 33.228 ton dari total alokasi yang ditetapkan sebesar 63.782 ton. Penyaluran pupuk bersubsidi tersebut telah berlangsung selama periode Januari hingga Agustus 2024. Dari jumlah tersebut, rincian penyaluran terdiri dari pupuk jenis Urea sebanyak 12.719 ton yang diambil dari alokasi 26.286 ton, serta pupuk NPK yang terdistribusi sebanyak 20.509 ton dari total alokasi 37.496 ton. Destriana, selaku Ketua Tim Kerja Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, menjelaskan bahwa terdapat alokasi khusus untuk pupuk NPK Formula Khusus sebanyak 11 ton, namun hingga saat ini penyalurannya masih belum terlaksana. Pupuk ini diperuntukkan bagi tanaman kakao, dan sampai saat ini belum ada petani yang melakukan penebusan terhadap pupuk tersebut. Lebih lanjut, Destriana menjelaskan, penggunaan pupuk NPK Formula Khusus ini memang dikhususkan untuk tanaman kakao. Namun, Rencana Definitif Kebutuhan Kebun (RDKK) untuk jenis tanaman kakao tersebut hanya terdaftar di Kota Bengkulu dan tidak muncul di kabupaten lainnya. Hal ini yang menyebabkan rendahnya minat petani untuk menebus pupuk NPK khusus tersebut. Rincian penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Bengkulu pada berbagai kabupaten adalah sebagai berikut: Di Kabupaten Bengkulu Selatan, penyaluran Urea mencapai 3.567 ton dari alokasi 6.482 ton, dan NPK sebesar 4.879,697 ton dari alokasi 7.769 ton. Sementara itu, di Kabupaten Rejang Lebong, penyaluran pupuk Urea tercatat sebesar 644,92 ton dari alokasi 1.868 ton, dengan NPK sebesar 2.294 ton dari alokasi 5.167 ton. Kabupaten Bengkulu Utara juga mencatatkan penyaluran Urea sebesar 699,45 ton dari total alokasi 1.733 ton dan NPK sebanyak 1.078 ton dari alokasi 2.136 ton. Di Kabupaten Kaur, penyaluran Urea mencapai 4.253 ton dari alokasi 8.096 ton dan NPK 6.609 ton dari alokasi 11.786 ton. Sedangkan di Kabupaten Seluma, penyaluran Urea adalah 1.225 ton dari total alokasi 1.921 ton dan NPK sebanyak 1.687 ton dari alokasi 2.550 ton. Kabupaten Mukomuko merealisasikan penyaluran Urea sebesar 927,398 ton dari alokasi 1.650 ton, serta NPK sebanyak 1.050 ton dari alokasi 1.461 ton. Di Kabupaten Lebong, jumlah penyaluran Urea mencapai 539,026 ton dari alokasi 2.668 ton dan NPK yaitu 1.297,330 ton dari 3.408 ton. Kabupaten Kepahiang melaporkan penyaluran Urea sebesar 507,607 ton dari alokasi 1.080 ton dan NPK 796,818 ton dari alokasi 1.645 ton. Sementara itu, Kabupaten Bengkulu Tengah mencatatkan penyaluran Urea 211,400 ton dari alokasi 567 ton dan NPK 511,050 ton dari alokasi 1.250 ton. Terakhir, Kota Bengkulu menyalurkan Urea sebanyak 127,250 ton dari alokasi 220 ton dan NPK 224,192 ton dari alokasi 324 ton. ANTARA