JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan pernyataan yang penuh canda mengenai kemungkinan kembalinya Zulkifli Hasan, yang akrab dipanggil Zulhas, ke posisi menteri dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Zulkifli Hasan saat ini menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan juga merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), yang tergabung sebagai salah satu partai pendukung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wapres dalam forum rapat pleno Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sekaligus Pembukaan Rapat Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional, yang berlangsung di Auditorium Sekretariat Wapres. Rapat ini juga dihadiri oleh beberapa menteri dari Kabinet Indonesia Maju, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, serta Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan. Di dalam kesempatan tersebut, Wapres yang juga menjabat sebagai Ketua Harian KNEKS menekankan pentingnya untuk tidak menghentikan pengabdian kepada negara meskipun seorang pejabat tidak lagi memegang jabatan. Ia menyatakan, "Saya ini kan wakil presiden tinggal beberapa hari, ya Insya Allah. Kita mungkin mengakhiri jabatan, tetapi tidak boleh mengakhiri pengabdian. Kita harus terus mengabdi di manapun, di bagian manapun." Lebih lanjut, Wapres menegaskan bahwa dukungan terhadap ekonomi dan keuangan syariah harus terus berlanjut, meskipun para pejabat tidak lagi aktif dalam peran mereka. Ia menyoroti bahwa meskipun posisi menteri dapat berubah, komitmen untuk mengabdi tidak akan pudar. "Oleh karena itu, ekonomi syariah harus tetap hidup, dukung dan kembangkan, walaupun kita nanti berada di manapun, saya ada di mana, Bu Sri ada di mana, Pak Harso ada di mana, Pak Zulkifli pastinya masih jadi menteri, tetapi pengabdian itu harus tetap dilanjutkan," imbuhnya. Dengan pernyataan ini, Wapres Ma'ruf Amin berharap agar semangat dan dedikasi para pejabat tetap ada meskipun mereka tidak lagi menduduki jabatan formal, dengan tujuan untuk membangun dan mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. ANTARA