JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang signifikan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor alat kesehatan. Hal ini dimungkinkan dengan menyesuaikan produk yang dihasilkan agar sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada. Dalam acara The 8th Open Innovation IMERI FKUI 2024, Ari menjelaskan bahwa saat ini terdapat tantangan yang dihadapi, yaitu meskipun banyak inovasi yang dipatenkan oleh universitas, jumlah produk yang berhasil masuk ke pasar relatif sedikit. Dia menekankan pentingnya melakukan diskusi awal antara industri dan para penemu sebelum produk kesehatan diproduksi, agar hasilnya dapat sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh industri dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses hilirisasi produk. Ari juga mengingatkan bahwa saatnya bagi semua perguruan tinggi, bukan hanya UI, untuk berinovasi dan memproduksi alat kesehatan secara mandiri. Hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada produk asing. Dia mengapresiasi dukungan dari Kementerian Kesehatan dalam upaya pengembangan inovasi alat kesehatan di tanah air. Roy Himawan, Direktur Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, menambahkan bahwa antara tahun 2021 hingga 2025, Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pasar alat kesehatan sebesar 12 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan global yang hanya mencapai 6 persen. Namun, tantangan yang harus dihadapi adalah saat ini terdapat sekitar 55 ribu alat kesehatan yang masih diimpor, sementara hanya sekitar 15 ribu produk yang dihasilkan dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah terus mengupayakan pengembangan inovasi teknologi kesehatan lokal untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Salah satu strategi yang diterapkan adalah memprioritaskan penggunaan alat kesehatan yang diproduksi dalam negeri dan membangun kemitraan, baik di tingkat lokal maupun global. Roy menekankan pentingnya transformasi dalam sektor ini, mengharapkan agar di masa depan, Indonesia dapat lebih mengandalkan alat serta obat inovatif yang dihasilkan dari penelitian lokal. Saat ini, terdapat 284 riset yang sedang dilakukan mengenai alat kesehatan di seluruh Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional. ANTARA