JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Pusat**, Sebanyak 47.677 warga Jakarta Pusat telah berpartisipasi dalam program pembinaan usaha yang dikenal sebagai Jakarta Entrepreneur (*Jakpreneur*). Program ini diselenggarakan oleh Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Pusat. Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Pusat, Tienda Damayanti, menekankan pentingnya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kegiatan berusaha. Hingga awal bulan Oktober, pihaknya telah melaksanakan pelatihan kewirausahaan kepada warga yang berasal dari delapan kecamatan di wilayah Jakarta Pusat. Dari total 47.677 peserta, sebanyak 14.629 orang di antaranya tercatat telah memulai usaha mereka sendiri. Tak hanya itu, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Pusat juga berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada pelaku usaha yang telah berdiri, dengan harapan usaha mereka dapat terus berkembang. Pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan menjadi strategi utama dalam upaya ini. Lebih lanjut, pihaknya menyarankan agar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (*UMKM*) di sektor makanan dan minuman untuk bergabung dalam layanan e-order. Langkah ini bertujuan agar mereka dapat berpartisipasi dalam proses pengadaan makanan dan minuman oleh pemerintah, yang mencakup berbagai acara di tingkat kota hingga kelurahan di Jakarta Pusat. Saat ini, tercatat ada 512 *UMKM* yang sudah terdaftar dalam sistem e-order, meskipun sekitar 256 di antaranya belum menerima pesanan. Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, telah menginstruksikan timnya untuk lebih memprioritaskan pengadaan konsumsi dari *UMKM* yang berada di bawah binaan program Jakpreneur. Langkah ini merupakan bentuk dukungan yang nyata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jakarta Pusat. Dalam rapat pimpinan yang berlangsung pada Selasa, 24 September, Dhany menekankan perlunya evaluasi terhadap kelurahan dan kecamatan. Ia meminta agar pengawasan diterapkan pada unit yang cenderung menggunakan penyedia makanan dan minuman besar yang beroperasi secara berulang. "Kita ingin memastikan adanya pemerataan peluang. Dari segi rasa, saya yakin produk yang dihasilkan *UMKM* kita sudah sangat kompetitif," ungkap Dhany. ANTARA