BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Mentok**, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini menerima bantuan dari program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) yang disalurkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dalam acara penyerahan bantuan tersebut, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Kabupaten Bangka Barat, Achmad Nursyandi, menyatakan bahwa bantuan ini ditujukan kepada 163 penerima manfaat yang tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Bangka Barat. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Achmad Nursyandi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Sosial RI atas alokasi bantuan ini, yang disalurkan melalui UPT Sentra Mulya Jaya di Jakarta. Ia menegaskan bahwa program Atensi II telah diterima oleh pemkab dalam beberapa tahun belakangan dan langsung disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Rencananya, bantuan ini diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bangka Barat pada awal tahun 2024. Achmad Nursyandi mengungkapkan, respons terhadap proposal tersebut terbilang cepat, yang memungkinkan realisasi bantuan tersebut. Harapannya adalah, bantuan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan dan meningkatkan semangat anak-anak yang menerima. Acara penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Mentok dengan dihadiri oleh berbagai pejabat terkait, termasuk Ketua Pokja Anak Sentra Mulya Jaya Jakarta, Yudi Kurniawan, serta Camat Mentok dan beberapa pejabat pemerintah daerah lainnya. Yudi Kurniawan menjelaskan bahwa Kementerian Sosial RI, melalui program Atensi yang dikelola oleh Sentra Mulya Jaya, memberikan dukungan kepada 163 anak yang mencakup anak penyandang disabilitas, anak dari keluarga kurang mampu, serta anak yatim piatu. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp192.717.000, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya bagi anak-anak Indonesia yang mendapatkan manfaat dari program ini. Bantuan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup layak, termasuk nutrisi dan perlengkapan sekolah, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). ANTARA