JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk meningkatkan konsumsi protein di Indonesia dengan memperkuat kolaborasi bersama mitra-mitra strategis. Kerja sama ini melibatkan berbagai pihak mulai dari kementerian/lembaga, asosiasi, hingga komunitas yang ada di seluruh tanah air. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistyo, mengungkapkan bahwa KKP telah menjalin kemitraan dengan 35 organisasi yang berfokus pada penyediaan bahan baku, termasuk kalangan ibu-ibu dari Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), serta berbagai lembaga seperti KAI, Kadin, BKKBN, dan Bapanas. Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan generasi emas yang lebih gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber protein. Untuk mencapai tujuan tersebut, KKP telah merancang sejumlah strategi, di antaranya adalah pengusulan ikan sebagai sumber protein utama dalam program makanan bergizi gratis. Budi menjelaskan pentingnya mempromosikan ikan sebagai sumber protein utama di dalam pola makan masyarakat. Budi juga menyoroti adanya kesalahpahaman di masyarakat yang beranggapan bahwa konsumsi protein ikan hanya berasal dari ikan segar. Ia menambahkan bahwa produk olahan ikan seperti *Hidrolisat Protein Ikan* (HPI) juga merupakan alternatif yang baik untuk meningkatkan asupan protein. Lebih jauh, Budi menekankan bahwa tingkat konsumsi protein di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, rata-rata konsumsi protein di Indonesia tercatat sekitar 62,3 gram, sementara standar idealnya adalah 100 gram. Negara-negara tetangga seperti Kamboja, Thailand, Filipina, Myanmar, dan Vietnam memiliki asupan protein yang lebih tinggi, yaitu masing-masing 63,3 gram, 66,5 gram, 73,1 gram, 78,3 gram, dan 94,4 gram. Budi menegaskan, “Kita masih berada di belakang Kamboja, oleh karena itu, kita harus berani mengusung misi merdeka protein 100 persen.” Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor rendahnya konsumsi protein di Indonesia adalah pola makan masyarakat yang kurang seimbang. Untuk itu, Budi berharap program makanan bergizi gratis yang dirancang oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dapat membantu mendorong pola konsumsi gizi yang lebih sehat di masyarakat. Dengan berbagai inisiatif ini, KKP bertekad untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan protein yang cukup agar tercipta generasi penerus yang lebih sehat dan kuat. ANTARA