MANOKWARI –
**Borneonews - Manokwari**, Kabupaten Manokwari, yang terletak di Papua Barat, dipilih oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai lokasi untuk penilaian *Out Break Respons Assessment* (OBRA) dalam rangka pelaksanaan pekan imunisasi nasional (PIN) Polio. Marthen L. Rantetampang, yang menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, menyampaikan hal ini pada sebuah siaran pers di Manokwari. Menurutnya, pemilihan daerah ini merupakan langkah signifikan bagi Kemenkes untuk mengevaluasi kualitas pelaksanaan program imunisasi polio di wilayah Papua. "Dalam penilaian OBRA ini, kami berkesempatan menjadi sampel untuk menilai efektivitas pemberian vaksin polio," ungkap Marthen. Ia menekankan pentingnya evaluasi ini untuk memastikan bahwa program imunisasi berjalan dengan baik dan efisien. Dinas Kesehatan juga harus menjalani serangkaian tahapan persiapan seiring dengan pelaksanaan PIN Polio, salah satunya adalah pemanfaatan aplikasi *Aplikasi Sehat Indonesia Ku* (ASIK). Aplikasi ini berfungsi untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam penginputan data imunisasi. Dengan demikian, Kemenkes akan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai efektivitas program imunisasi yang dilaksanakan. Lebih lanjut, Marthen menginformasikan bahwa penilaian OBRA rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober atau November tahun ini, tergantung pada tingkat kesiapan daerah. "Kami sudah mempersiapkan berbagai hal dan saat ini ada tim dari Kemenkes yang melakukan pemantauan terhadap persiapan kami. Setelah segala sesuatunya siap, tim penilai OBRA akan berkunjung ke Manokwari untuk melakukan evaluasi," tambahnya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas imunisasi dan memberikan data yang akurat mengenai status kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. ANTARA