AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Upaya pencarian terhadap seorang wisatawan mancanegara asal Amerika Serikat, Carol Colleen Monfore (68), yang hilang di perairan Pulau Reong, Kecamatan Aru Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), telah berlangsung lebih dari tujuh hari tanpa hasil. Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Polres Maluku Barat Daya, AKBP Pulung Wietono, korban dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas *diving* pada hari Kamis, tanggal 26 September 2023. Monfore bersama enam rekannya, yang saat itu didampingi oleh seorang pemandu wisata asal Kalabahi, Nusa Tenggara Timur, melakukan penyelaman di lokasi tersebut sekitar pukul 09:00 WIT. Situasi perairan saat itu mengalami arus yang sangat kencang, yang diduga mengakibatkan korban terseret arus. Informasi mengenai kejadian ini diterima oleh Basarnas Ambon pada hari berikutnya, Jumat (27/09) melalui telepon. Pihak Basarnas kemudian mengonfirmasi bahwa satu orang WNA hilang di perairan Pulau Reong, dengan koordinat lokasi kejadian 7039’35.16”S – 125055’40.26”E. Lebih lanjut, pada Sabtu pagi (28/9), Kapolsek Wetar menerima laporan dari pemandu wisata Seno Suwarno yang mengonfirmasi insiden tersebut. Segera setelah itu, para teman korban melakukan pencarian dengan menggunakan beberapa kapal, termasuk kapal Phinisi Tiare, milik Monfore. Kapal tersebut ditujukan ke Kepulauan Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Pencarian dilanjutkan ketika Basarnas Kalabahi NTT tiba di lokasi pada Sabtu siang dan melakukan operasi pencarian. Namun, hingga saat ini, upaya pencarian telah memasuki hari kelima dan masih belum membuahkan hasil. Pada hari Kamis (3/10) pukul 15:30 WIT, Basarnas Kalabahi mengumumkan bahwa operasi pencarian resmi dinyatakan berakhir setelah berkoordinasi dengan Basarnas Ambon. Polres MBD juga telah melibatkan Pemerintah Desa Nabar untuk mengerahkan warganya melakukan pencarian di pesisir pantai dan perairan sekitar Pulau Reong menggunakan long boat dan speed boat, namun hasilnya tetap nihil. Kepala Polres MBD menyampaikan bahwa insiden ini terjadi tanpa sepengetahuan pihaknya, karena kedatangan wisatawan asing tersebut tidak dilaporkan secara resmi kepada pemerintah setempat maupun kepolisian. Ia mengingatkan agar semua pemandu wisata wajib memberitahukan aktivitas semacam ini guna memastikan keamanan dan keselamatan wisatawan. Selain itu, kegiatan tersebut perlu dipantau dan dikoordinasikan dengan pemerintah desa setempat, mengingat kondisi perairan yang ekstrem dan adanya risiko hewan buas seperti buaya di daerah tersebut. Sementara itu, Kepala Kecamatan Wetar Utara, Ateng Davids, mengungkapkan ketidaktahuannya mengenai adanya WNA yang hilang di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa belum ada informasi resmi yang diterima, terutama dari kepala desa, dikarenakan kondisi geografis daerah tersebut yang terdiri dari pulau-pulau dengan jaringan komunikasi yang sulit. Dengan demikian, pencarian terhadap Carol Colleen Monfore masih menyisakan harapan dan kesedihan bagi semua pihak yang terlibat. ANTARA