JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah memberikan dorongan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon untuk segera melaksanakan evakuasi ke Tanah Air. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan mereka di tengah situasi yang kian tidak menentu. Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Internasional Kemlu RI, Judha Nugraha, mengungkapkan pentingnya warga mengikuti semua arahan dari Perwakilan RI di Beirut. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Judha menekankan agar WNI tidak menunda-nunda partisipasi dalam proses evakuasi. "Kami mengingatkan agar tindakan evakuasi dilakukan sesegera mungkin jika ada permintaan. Jangan tunggu sampai situasi semakin buruk," tegasnya. Ketidakpastian situasi di Lebanon dapat mengakibatkan hambatan besar dalam upaya evakuasi. Apabila konflik meningkat menjadi perang terbuka, kemampuan Kemlu RI dan KBRI Beirut untuk mengeluarkan WNI dari Lebanon akan sangat terpengaruh, terlebih jika terjadi serangan yang mengincar infrastruktur vital. Judha melanjutkan, meskipun pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi WNI di mana pun mereka berada, keputusan akhir mengenai evakuasi tetap berada di tangan masing-masing individu. "Kami ingin menegaskan bahwa waktu untuk evakuasi adalah sekarang, sebelum kemungkinan situasi memburuk secara drastis," imbuhnya. Kemlu RI dan KBRI Beirut juga terus mengingatkan kepada WNI yang masih berada di Lebanon untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area yang berisiko tinggi. Saat ini diketahui bahwa masih terdapat 116 WNI di Lebanon dengan mayoritas di kota Beirut, mencapai 83 orang. Judha menekankan pentingnya WNI untuk proaktif berkomunikasi dan melaporkan keberadaan mereka ke KBRI Beirut agar pemantauan dan koordinasi dapat berjalan dengan baik dalam situasi darurat. Selain itu, Judha juga mengimbau agar seluruh WNI menunda rencana perjalanan ke Lebanon serta negara-negara sekitarnya, termasuk Suriah, Iran, Palestina, dan Israel. Hal ini disebabkan oleh kondisi keamanan yang sangat tidak mendukung saat ini. Demi keamanan, pihaknya mencatat adanya warga yang masih berusaha melakukan perjalanan ke Israel, walaupun hanya untuk tujuan wisata atau ziarah. Namun, keadaan di Israel, serta di Lebanon dan Palestina, saat ini telah diidentifikasi oleh Kemlu RI dalam status Siaga 1, yang mencerminkan tingkat keamanan tertinggi. Judha juga mengingatkan terdapat potensi gangguan terhadap penerbangan jika perjalanan yang dilakukan melibatkan singgah di bandara-bandara di kawasan Timur Tengah. "Kondisi kawasan yang kurang kondusif dapat berakibat pada penundaan penerbangan. Oleh karena itu, waspadalah terhadap kemungkinan disrupsi penerbangan untuk menghindari terjebak di berbagai titik hub internasional," katanya menambahkan. ANTARA