BORNEONEWS, Sukamara - Karena cuaca buruk, sebagian nelayan di Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, menempuh jarak jauh untuk melaut. Mereka memilih pergi jauh ke Kecamatan Jelai untuk menangkap ikan agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi hingga keadaan laut di Kecamatan Pantai Lunci kembali bersahabat. 

"Nelayan pada beralih melaut ke Jelai, karena di sana gelombang lautnya tidak besar" kata Tasmi, istri salah satu nelayan di Kecamatan Pantai Lunci, Jumat (19/8/2016).

Meski harus menempuh jarak jauh, dalam sekali melaut para nelayan tidak akan merasa kecewa karena hasil yang didapat cukup banyak jika dibanding harus memaksakan diri tetap melaut di tempatnya. 

"Sekali berangkat nelayan bisa membawa hasil dari Rp1 juta hingga lebih. Apalagi saat ini sedang musim udang lobster yang harganya cukup mahal" tuturnya.

Harga lobster sudah jauh meningkat dibanding beberapa waktu lalu. Sebelumnya lobster dibeli dengan harga Rp40 ribu hingga Rp50 per kilogram kini menjadi Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

"Hasil tangkapnya tidak hanya di jual di Sukamara, tetapi hingga ke wilayah Jawa itu sebabnya pengepul berani membeli dengan harga mahal" ucap istri nelayan tersebut.

Sementara saat disinggung keadaan cuaca laut Kecamatan Jelai yang berbeda dengan Kecamatan Pantai Lunci, Tasmi menjelaskan bahwa laut Jelai memiliki bentuk seperti memulau, sehingga membuat keadaan perairan laut di sana tetap tenang meski wilayah lain sedang ribut.

"Lautnya seperti bentuk pulau, jadi jika musim gelombang besar di sana tidak kena karena terhalang" ujar Tasmi. (MG-13/N).