BATAM –
**Borneonews - Tanjungpinang**, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepulauan Riau meluncurkan sebuah program pemagangan guna mengatasi masalah tingginya angka pengangguran terbuka di daerah tersebut. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan ekonomi yang berkelanjutan di Kepulauan Riau. Kepala Disnaker Kepri, Mangara Simarmata, menjelaskan bahwa peluncuran program ini juga sejalan dengan upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pemagangan ini dilaksanakan di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang terletak di Galang Batang, Kabupaten Bintan, dengan melibatkan 30 peserta. Pemagangan tersebut merupakan inisiatif perdana yang menggunakan anggaran dari APBD Provinsi Kepri. Program ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari tanggal 1 September hingga 30 November 2024, dengan penempatan kerja langsung di PT BAI. Mangara mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memenuhi permintaan akan tenaga kerja di PT BAI, sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada para pencari kerja yang terlibat. "Setiap peserta akan menerima sertifikat dari perusahaan dan difasilitasi dalam proses mencari pekerjaan," ujarnya. Sebanyak 30 peserta terpilih akan ditempatkan pada berbagai posisi, termasuk sebagai operator di departemen alumina dan PLTU PT BAI. Selain itu, mereka akan mendapatkan berbagai fasilitas, seperti uang saku, makan siang, program BPJS Ketenagakerjaan, seragam, dan perlengkapan kerja. "Peserta pemagangan juga akan mengikuti pelatihan dan evaluasi dengan target kelulusan sebesar 100 persen. Kami berharap, sebanyak 90 persen dari peserta yang lulus dapat diserap langsung oleh perusahaan," imbuh Mangara. Mangara juga menekankan pentingnya program ini dalam mengurangi angka pengangguran di Kepulauan Riau, yang pada Februari 2024 tercatat sebesar 6,94 persen. Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di wilayah Kepulauan Riau mencapai 74.780 orang dari total angkatan kerja sebanyak 1.078.170, dengan lulusan SMK menjadi kelompok yang paling banyak mengalami pengangguran. "Diharapkan melalui program ini, kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kepulauan Riau akan semakin meningkat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri serta mengurangi angka pengangguran," tutup Mangara. ANTARA